
batampos.co.id – Indonesian Maritime Pilot’s Association (INAMPA) atau Organisasi Perwira Pandu Maritim berkolaborasi dengan negara tetangga untuk mengamankan Selat Malaka. Kerja sama yang selama ini berjalan baik akan ditingkatkan lagi.
“Selama ini berjalan baik. Saya kira itu sudah baik dan akan kami tingkatkan lagi,” kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah Khusus (DPWK) INAMPA untuk Kepulauan Riau (Kepri) dan ASEAN Capt Harpin di Batam, Jumat (5/4/2019).
Hadirnya DPWK INAMPA untuk wilayah Kepri dan ASEAN menjadi bukti keseriusan organisasi pandu kapal memaksimalkan tugas dalam menjamin keamanan jalur laut di Selat Malaka. Harpin akan mengarahkan para pemandu untuk bekerja maksimal demi menghadirkan kenyamanan bagi setiap kapal yang melintas.
Harpin sendiri berpengalaman sebagai pemandu kapal dan memiliki banyak koneksi. Hal tersebut akan dijadikan dasar dalam menjalankan kebijakan untuk membangun kekuatan bersama komunitas internasional di negara-negara ASEAN.
“Saya ini bekas pilot (pemandu) dan terpanggil. Di ASEAN ini kawan saya banyak juga. Jadi kami bisa pastikan wilayah ASEAN ini aman,” tukas Harpin.
Untuk ketersediaan SDM, saat ini ada sekitar 1.200 pemandu kapal di seluruh Indonesia. Jumlah itu relatif masih bisa memenuhi permintaan pemanduan kapal yang akan masuk dan keluar wilayah Indonesia.
Meski demikian, INAMPA terus mendorong hadirnya kader-kader muda yang akan berpartisipasi dalam organisasi pemanduan kapal. Karena memang kebutuhan perwira pemandu kapal dibutuhkan seiring dengan kemajuan perekonomian Indonesia. Ini juga sejalan dengan cita-cita Indonesia menjadi negara Maritim yang bisa memaksimalkan potensi laut secara maksimal. (bbi/jpc)
