Minggu, 15 Maret 2026

Gadis 22 Tahun Nekad Bobol Toko Sang Ibu

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pt, gadis 22 tahun yang tengah hamil dua bulan dibekuk jajaran Polsek Batuaji bersama An, 24 kekasihnya, Rabu (3/4) lalu.

Pt nekad membobol toko material milik ibu kandungnya yang berada di deretan ruko Genta II, Batuaji, sehari sebelum dia dan An dibekuk.

Pt yang beraksi bersama An berhasil membawa keluar sejumlah kaleng cat yang ada di dalam toko sang ibu. Cat-cat itu rencananya akan dijual untuk tebus biaya kos An, kekasihnya di Bidaayu, Seibeduk.

Namun, sebelum terjual keduanya yang sudah tinggal bersama malah dijemput jajaran polsek Batuaji atas laporan ibu Pt sendiri.

Kepada polisi, Pt mengakui perbuatannya itu. Dia melakukan itu karena sakit hati dengan sang ibu yang sudah lama tidak perdulikan dia lagi.

“Saya sakit hati. Saya dianggap orang lain. Saya disuruh kerja di toko itu seperti karyawan tapi tak dikasih gaji. Saya butuh uang dan jajan,” ujar Pt.

Situasi keluarga yang tak harmonis ini juga menjadi alasan bagi Pt untuk menjalin hubungan dan tinggal bersama An, kekasihnya tadi. Dari hubungan tersebut diapun tengah hamil dua bulan.

“Saya numpang sama dia (An), jadi tak tega kalau dia semua yang biaya saya. Makanya muncul niat buat ngambil barang di toko mama,” kata Pt.

Selama tiga bulan tinggal bersama An, Pt mengaku sudah dua kali membobol toko sang ibu. Alasannya sama selain sakit hati, dia juga butuh biaya untuk bertahan hidup. Untuk bobol toko sang ibu, kata Pt bukan pekerjaan yang sulit sebab dia pegang salah satu kunci toko. Keduanya beraksi dimalam hari sebab sang ibu dan keluarganya yang lain tidak tinggal di dalam toko.

“Kalau malam tak ada yang jaga. Toko tutup baru kami ambil,” ujar Pt.

Saat dipertemukan dengan wartawan, Pt sepertinya tak menyesali perbuatannya itu. Dia sepertinya benar-benar kecewa dengan sang ibu sebab saat ditanya kenapa tega membobol toko ibu sendiri, dia mengaku untuk membalas sakit hatinya.

“Saya tak diperhatikan layaknya sebagai seorang anak. Saya dijadikan karyawan tapi tak bergaji,” ujarnya lagi.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe membenarkan kejadian itu. Untuk kasus ini pihaknya tidak mau buru-buru sebab antara pelaku dan korban memiliki hubungan yang dekat yakni anak dan ibu.

“Tetap kita proses tapi tahapan mediasi juga akan dilakukan. Ini antara anak dan ibu,” ujar Dalimunthe. (eja)

Update