batampos.co.id – Kementerian Ketenaga Kerja (Kemenaker) berencana membuka perekrutan untuk pencari kerja yang akan ditempatkan di Jepang awal Mei mendatang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan saat ini jumlah pencaker di Batam semakin banyak. Hal ini ditambah dengan kondisi upah minimum kota (UMK) yang tinggi.
“UMK tinggi namun lowongan terbatas. Ini yang menjadi persoalan,” kata dia, Senin (8/4/2019)
Untuk itu, kesempatan kerja ke Jepang ini bisa menjadi peluang bagi pencaker Batam. Pemagangan ini rencananya akan dibuka Mei mendatang. Ia berharap pencaker asal Batam bisa mengambil kesempatan kerja ini.
“Daya saing tinggi. Makanya ini peluang untuk mengurangi jumlah pencari kerja di Batam,” sebutnya.
Menurutnya peningkatan angka pencari kerja semakin banyak, seiring jadwal kelulusan SMA sederajat yang semakin dekat. Untuk itu pemagangan ini bisa menjadi solusi mengurangi daya saing mendapatkan pekerjaan.
“Yang sekarang saja masih banyak yang belum kerja. Bisa dilihat di beberapa kawasan industri yang setiap hari dipadati pencari kerja,” terang Rudi.
Sebelumnya, Disnaker Batam telah menyelesaikan proses perekrutan pemagangan ke Jepang Maret lalu. Sebanyak 97 orang mengikuti tes kerja ke Jepang ini.
Kepala Bidang Pelatihan, Disnaker Batam, Maryulis mengatakan jumlah pendaftar kurang dari kuota yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.
“Harusnya masing-masing kota atau kabupaten itu 150 orang tapi karena singkatnya waktu hanya 97 orang yang mendaftar,” kata dia, Senin (8/4).
Menurutnya kesempatan bekerja di luar negeri ini bisa menjadi peluang kerja yang bagus. Saat ini kondisi keterbatasan lowongan di Batam masih menjadi kendala. Jumlah lowongan yang ada tidak sebanding dengan pencari kerja yang ada.
“Jadi ini bisa jadi kesempatan bagi pencaker. Hanya saja ada beberapa tes yang harus dilakukan karena penyesuaian iklim kerja di Jepang nantinya,” terangnya. (yui)
