batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna Wan Siswandi mengatakan, bendu-ngan Sebayar dipastikan akan dibangun 2020 mendatang.
Keputusan ini diambil setelah Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menghibahkan lahan pribadinya seluas 5 hektare.
”Kami terus desak dinas PU mempercepat pembangunan sarana dan prasarana penyediaan air bersih PDAM ini,” kata Siswandi, Senin (8/4).
Dikatakan Siswandi, terdapat dua kegiatan yang akan dilakukan. Di antaranya membangun intake (bak penampung) milik PDAM yang masih terbuat dari tumpukan karung pasir menjadi bak permanen.
”Intake ini untuk jangka pendeknya. Untuk jangka panjangnya kita akan segera menggesa dinas PU mempercepat pembangunan bendungan di Sebayar,” kata Siswandi.
Sumber air di Sebayar merupakan lokasi yang telah diteliti oleh Kementerian PU dan diperkirakan mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk wilayah Kabupaten Natuna hingga 50 sampai 100 tahun ke depan.
”Untuk program pemba-ngunan bendungan ini tentu bersumber dari dana APBN, daerah hanya menyediakan lahan saja,” paparnya.
Sebenarnya lahan yang diperlukan untuk pembangunan bendungan tersebut sambung Siswandi, diperlukan seluas 30 hektare, dan menjadi beban APBD karena lahan tersebut harus dibebaskan dari pemiliknya. Namun, untuk lokasi dam bendungan hanya seluas 5 hektare.
”Tanah tersebut milik pak Daeng (mantan Bupati Natuna, red). Alhamdulillah, beliau sudah menghibahkan ke pemerintah daerah. Tinggal kita membayar lahan yang menjadi genangan air seluas 30 hektare,” ungkap Siswandi. (arn)
