
batampos.co.id – Pemadaman listrik di Batam kembali terjadi Jumat (12/4/2019). Meski hanya sebentar tetapi sangat berpengaruh bagi pelaku usaha kecil. Apalagi selama beberapa minggu terakhir, pebisnis kecil sudah sangat dirugikan karena pemadaman tersebut.
“Kami ini sudah pasti rugi. Yang paling utama adalah dari segi waktu. Kami juga harus menyalakan genset untuk bisa bekerja,” kata seorang pemilik bengkel teralis di Batuaji.
Rinto mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir banyak pelanggannya yang mengeluh karena pesanan terlambat diselesaikan.
“Terkadang sudah sempat kami janjikan untuk selesai satu hari, tetapi karena pemadaman jadi lebih lama,” katanya.
Sementara pemadaman terkadang sampai tiga jam. “Mau tidak mau harus kita pakai genset. Dan biaya yang kami habiskan tidak sedikit,” tambahnya.
Hal yang sama disampaikan Wanda, pemilik bintu di Batuaji. Ia mengaku rugi karena pemadaman bergilir yang terjadi beberapa minggu terakhir.
“Untung hari ini (kemarin,red) hanya sebentar. Kalau seperti beberapa hari sebelumnya hingga tiga jam, kami akan rugi banyak,” tambahnya.
Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir, sering pakaian yang dicuci terlambat diantar ke pelanggan. Alasannya, terkadang pemadaman di siang hari sehingga pakaian tidak bisa dicuci. Dan dipastikan tidak akan langsung kering.
“Kita sangat rugi. Tapi mau bagaimana lagi, kami terpaksa harus pakai genset,” katanya.
Sementara itu, humas PLN Batam Yoga mengatakan pemadaman yang terjadi kemarin karena adanya gangguan di pembangkit Panaran Tembesi. Tetapi keadaan sudah membaik dan sudah normal kembali.
“Ada gangguan di Panaran, tetapi sudah normal kok,” katanya. (ian)
