Selasa, 14 April 2026

Mengunjungi Mesin PLN yang Bermasalah yang Sebabkan Pemadaman Listrik

Berita Terkait

batampos.co.id – Pelanggan PLN Batam sepertinya harus ekstra sabar. Sebab pemadaman listrik bergilir dipastikan masih akan terus berlanjut.

PLN Batam memperkirakan, pasokan listrik baru akan normal pada 24 April mendatang.
Direktur Operasi PLN Batam, Awaluddin Hafid, mengungkap sejumlah pesoalan yang menyebabkan kritisnya pasokan listrik di Batam akhir-akhir ini. Di antaranya karena rusaknya mesin pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) milik PLN Batam di Tanjunguncang, Batam, sejak Oktober 2018 lalu. Akibatnya, suplai listrik dari PLTG tersebut turun hingga 50 persen.

“Sekarang lagi dalam proses perbaikan,” kata Hafid di Batam Center, Jumat (12/4).

Hafid menjelaskan, proses perbaikan tidak bisa cepat. Sebab beberapa komponen yang diperlukan harus dipesan dari luar negeri. Ia memperkirakan perbaikan mesin PLTG Tanjunguncang baru akan selesai pada awal Mei mendatang.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Belum lagi selesai proses perbaikan mesin PLTG Tanjunguncang, mesin PLTG PLN Batam yang di Panaran, Batam, juga rusak. Celakanya, jenis kerusakannya mirip dengan yang di Tanjunguncang.

“Malah relatif lebih parah,” kata Hafid.

Saking parahnya, PLN memperkirakan proses perbaikan mesin PLTG Panaran diperkirakan akan memakan waktu hingga setahun lamanya. Namun karena sebentar lagi akan datang bulan suci Ramadan dan akan digelar Pemilu, PLN meminta PT Mitra Energi Batam (MEB) pengelola PLTG Panaran- untuk mencari sejumlah alternatif jangka pendek.

Alternatifnya adalah menye-wa mesin. Karena tak ada di Indonesia, PT Mitra Energi Batam (MEB) mencari mesin sewaan ke Kanada. Namun, upaya itu menemui jalan buntu.

“Dengan Kanada tidak deal, akhirnya kami sewa dari Inggris,” katanya.

Hafid memperkirakan, setelah menggunakan mesin sewaan dari Inggris itu, pasokan listrik di PLTG Panaran akan kembali normal pada 24 April mendatang.

Tak hanya pembangkit yang di Batam, pembangkit milik PLN Batam di Bintan juga mengalami gangguan. Satu dari dua mesin yang ada di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN Batam di Bintan juga rusak. Akibatnya, pasokan listrik dari PLTU Bintan berkurang hingga 50 persen. Jika normalnya pasokan listriknya mencapai 25 Megawatt (MW), maka saat ini hanya 12,5 MW.

Menurut Hafid, kerusakan mesin pembangkit di Bintan ini juga berdampak pada suplai listrik ke Batam. Sebab saat ini PLN Batam sudah menggunakan sistem interkoneksi listrik Batam-Bintan. Sehingga sedikit banyak pasokan listrik di Batam tersedot ke Bintan.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Hafid menyebut, dalam kondisi normal, total daya atau kapasitas dalam sistem kelistrikan Batam-Bintan mencapai 567,5 MW. Sementara beban puncak listrik Batam-Bintan rata-rata mencapai 462 MW.

“Tapi dalam cuaca 30-31 derajat dan kelembaban sedang, bisa turun hingga 440 MW,” ujarnya.

Dengan rusaknya sejumlah mesin di pembangkit listrik di Batam dan Bintan itu, PLN Batam kehilangan daya total sekitar 112,5 MW.

Dan dengan kapasitas daya sebanyak 567,5 MW dan beban puncak 462 MW, maka sebenarnya PLN Batam masih memiliki cadangan listrik yang ada sebesar 105,5 MW.
Tapi karena kehilangan daya 112,5 MW, maka PLN tak akan sanggup memenuhi beban puncak penggunaan listrik di Batam karena terjadi minus daya 7 MW.

Sebagai alternatif, PLN Batam membeli daya listrik sebanyak 5 MW dari Kawasan Industri Panbil. Karena masih tetap minus, maka masih terjadi pemadaman.

“Apalagi ketika terjadi lonjakan beban karena panas di Batam naik lebih dari 33 derajat Celcius. Cadangan berkurang. Ditambah lagi, namanya pembangkit ada yang berumur, bisa saja terjadi gangguan,” ungkapnya.

Namun, Hafid mengaku optimistis, sistem kelistrikan Batam-Bintan akan pulih pada 24 April nanti. Sehingga ia menjamin tidak akan ada pemadaman saat Ramadan berlangsung.
Meskipun begitu, Hafid agak waswas karena PLN baru mendapat kabar bahwa pada pada awal Mei mendatang, pemasok gas Petrochina akan melakukan pengurangan gas karena ada perbaikan di hulu.

Kemarin, PLN Batam mengajak para wartawan melihat langsung kerusakan mesin di PLTG Panaran.

“Salah satu mesin roll royce mengalami gangguan. Sehingga Batam kehilangan daya sebanyak 40 MW,” kata Manajer Operasi PLTG Panaran, Benediktus Lilik Arie Susetyo, Jumat (12/4).

Arie menjelaskan, PLTG Panaran memiliki empat mesin roll royce sebagai pembangkit utama dengan total daya yang dihasilkan mencapai 160 MW. Ditambah dengan satu unit mesin cadangan TM 2500 yang memiliki daya 19 MW. Dalam sehari, pasokan gas yang dibutuhkan untuk memproduksi listrik mencapai 28 MMBTU.

Mesin ini sudah beroperasi sejak tahun 2006. Menurut Arie, kerusakan ini sifatnya major dan baru pertama kali terjadi. Sebelumnya, mesin ini hanya mengalami kerusakan minor yang bisa diatasi dengan pemeliharaan.

Arie menjelaskan, penyebab kerusakan adalah kerusakan di bagian gas generator. Saat beroperasi, salah satu blade-nya patah. Dan blade tersebut terlempar ke turbin sehingga menyebabkan kerusakan parah.

“Di gas generator, ada yang patah di besinya yang merupakan titanium sehingga merusak komponen lain. Jadi harus ganti baru,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa penyebab patahnya blade tersebut masih diteliti oleh perusahaan Roll Royce dari Inggris setelah PT Mitra Energi Batam (MEB) yang mengelola PLTG Panaran mengirimnya ke negeri Pange-ran Charles tersebut.

Untuk saat ini, PLTG Panaran sudah menyewa suku cadang turbin yang dikirim dari Inggris.

“Turbin baru pagi tadi sampai. Dan instalasinya butuh waktu sekitar tujuh hingga delapan hari,” ungkapnya.

Sedangkan suku cadang gas generator baru akan sampai di Batam dari Inggris pada 21 April mendatang.

“Gas generator sampai tanggal 21 April. Butuh dua hari untuk instalasi. Sehingga suplai listrik baru normal pada 24 April mendatang,” ungkapnya. (leo)

Update