Jumat, 30 Januari 2026

PGN Mau Naikkan Tarif Gas

Berita Terkait

batampos.co.id – Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana menaikkan tarif gas untuk industri pada Juli mendatang. Rencana tersebut ditolak oleh pengusaha kawasan industri karena tarifnya baru saja naik pada November lalu.

“PGN berencana menaikkan harga gas dari 7,22 dolar Amerika per MMBTU menjadi 7,97 dolar Amerika per MMBTU pada Juli mendatang,” kata Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing di Jakarta, Kamis (25/4).

Kenaikan tarif gas terbaru ini dianggap dapat menurunkan daya saing industri di Batam.

“Padahal baru November lalu naik dari 5,22 menjadi 7,22 dolar Amerika per MMBTU. Sekarang mau naik lagi. Jelas kami menolak,” ucapnya.

Persoalan kenaikan tarif gas ini masih dibahas bersama antara pengusaha kawasan industri dan PGN bersama dengan Direktorat Jenderal Migas dari Kementerian ESDM di Jakarta, pekan ini.

“Kebutuhan gas itu sangat penting mengingat di Batam gas berkontribusi sebanyak 70 persen sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik. Jika tarif gas naik, maka akan berpengaruh ke jual listrik. Dilihat dari sisi investasi, ini tidak baik. Kami khawatir akan terjadi relokasi karena sudah tidak lagi kompetitif,” ucapnya.

Dalam rapat ini, pengusaha kawasan industri menginginkan agar tarif gas yang sekarang tetap bertahan hingga Desember 2021. Mereka juga sudah berkirim surat ke Menteri ESDM mengenai hal ini. Industri di Batam sangat bergantung kepada pasokan gas. Untuk saat ini harga gas bumi untuk industri di Batam mencapai 5,8 dolar Amerika per MMBTU.
Pemakaian rata-rata per hari dari tiga perusahaan kawasan industri tersebut sebesar 16.800 MMBTU per hari pada 2018 lalu.

Contohnya Batamindo. Di sana ada 68 perusahaan de-ngan karyawan sebanyak 45 ribu. Dalam sehari, kebutuhan gas di kawasan industri itu mencapai 11.800 MMBTU per hari atau 354 ribu MMBTU per bulan. Pasokan gas tersebut digunakan untuk menyokong pembangkit listrik berdaya 125 Megawatt dengan beban puncak 60 Megawatt.

Sedangkan Panbil memiliki 26 perusahaan dengan karyawan sebanyak 12.500 orang. Kebutuhan gas di sana mencapai 3.500 MMBTU per hari dan atau 110 ribu MMBTU per bulan. Gas tersebut digunakan untuk menyokong pembangkit listrik berdaya 32 Megawatt dengan beban puncak 18 Megawatt.

Terpisah, Sales Area Head Manager PGN Batam, Wendy Purwanto belum mau berkomentar lebih jauh me-ngenai persoalan ini.

“Belum boleh, karena masih dibahas di pusat. Kita juga masih menunggu kepastian dari pembahasan tersebut. Nanti kalau sudah ada kepastian kita akan info,” ungkapnya. (leo)

Update