Jumat, 24 April 2026

Ruas Jalan Sempit, Siswa SMPN 47 Batam Kritis Ditabrak Mobil

Berita Terkait

batampos.co.id – Ruas jalan di depan SMPN 47, Batuaji, Kota Batam, rawan kecelakaan. Pasalnya lebar jalan di area tersebut terlalu sempit dan tidak memiliki trotoar bagi pejalan kaki. Bahkan salah satu siswa SMPN 47 Batam pernah ditabrak mobil hingga kritis.

Hal ini sangat menganggu aktivitas masyarakat dan para orang tua siswa yang mengantar dan menjemput buah hatinya di SMPN 47. Mukti, orangtua siswa SMPN 47, mengatakan ruas jalan di depan SMPN 47 kerap macet terutama pada jam-jam sibuk.

“Jalan di sini sempit, sudah gitu akses untuk antar jemput siswa tak ada. Di ini juga sering terjadi tabrakan,” ujarnya kepada batampos.co.di, Jumat (17/5/2019).

Jazin, guru SMPN 47 menuturkan, siswa SMPN 47 juga kewalahan saat keluar atau masuk ke lingkungan sekolah. Dikarenakan row jalan kerap dipenuhi angkutan umum yang mengantar dan menjemput siswa.

Ilustrasi kecelakaan lalulintas. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Serba salah kami di sini, yang jemput dan parkir depan sekolah tak bisa dilarang juga karena tak ada lagi akses lain. Di depan sini sering terjadi kecelakaan karena terlalu jalan terlalu sempit,” ujarnya.

Jazin menambahkan, siswanya yang berjalan kaki juga kerap berdesak-desakan dengan kendaraan di sepanjang jalan tersebut. Beberapa siswa SMPN 47, kata Jazin, sudah pernah menjadi korban tabrakan atau senggolan di depan sekolah tersebut.

Bahkan ada yang sampai kritis dan dilarikan ke rumah sakit. “Pernah itu disenggol mobil sampai dilarikan ke rumah sakit, ya gimana lagi kondisinya memang begini,” ujarnya.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, mengatakan akan segera merespon persoalan tersebut kepada tingkat pemerintah yang lebih tinggi. Menurutnya, untuk kebutuhan pelebaran jalan akan disampaikan ke Pemko Batam.

Sementara marka atau trotoar jalan akan disampaikan Dinas Perhubungan Kota Batam. “Bahaya memang jalan ini, kami akan surati Dishub nanti. Jangka pendeknya diupayakan marka jalan dan zona selamat sekolah dulu,” paparnya.(eja)

Update