
foto: batampos.co.id / yulitavia
batampos.co.id – Warga Kecamatan Belakangpadang semarakkan bulan Ramadan dengan menggelar lomba lampu hias. Sedikitnya ada dua ribu botol bekas yang dijadikan lampu colok yang disusun dalam rangka bambu.
Warga memasang hiasan di sepanjang jalan menuju Kelurahan Sekanak Raya, gerbang. Di sisi lain Pulau Belakangpadang, tepatnya di Kampung Tempang lampu warna-warni hiasi jalan pemukiman. Rangkaian lampu dililitkan pada bilah bambu yang dipasang antar rumah berhadapan.
Lampu hias multiwarna juga meriahkan suasana malam Ramadan di Batu Gajah Kampung Bugis. Bedanya, pemuda Kampung Bugis membuat gerbang lampu dari bahan botol air mineral bekas.
Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto mengatakan pagelaran lomba lampu hiasan ini merupakan tradisi yang sudah bertahun-tahun digelar di Belakangpadang. Warga sangat antusias mengikuti perlombaaan. Berbagai kreativitas dituangkan dalam membuat dan menghias lampu.
“Warga menghias kampung saat Ramadan ini sebenarnya sudah setiap tahun. Tapi untuk dilombakan baru dua tahun terakhir. Ini tahun kedua. Lomba ini diadakan atas kerja sama unsur pimpinan kecamatan juga. Selain camat ada Kapolsek, Danramil, dan lainnya,” terang Yudi.
Lomba ini diadakan untuk menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadan khususnya di Belakangpadang. Hadiah yang disiapkan menurut Yudi, tidaklah besar. Tapi ia bersyukur masyarakat tetap semangat mempercantik kampungnya.
“Selain itu juga memberdayakan anak muda. Mereka bisa mengisi Ramadan dengan kegiatan positif, satu di antaranya menghias kampung. Ide-ide kreativitas mereka tersalurkan, terlihat dari konsep yang berbeda tiap kampung,” sebut mantan Kabag Humas Setdako Batam ini.

Penilaian lomba hias kampung ini nantinya akan melibatkan juri dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pewarta Foto Indonesia, dan perwakilan Pertamina Sambu.
Tak hanya lomba hias kampung, pada malam Idul Fitri juga akan digelar lomba takbir dan lomba astaka. Astaka yang dimaksud adalah miniatur masjid tiap kampung. Miniatur masjid ini dibawa dengan cata dipanggul keliling saat pawai takbir.
“Pemenang nanti diumumkan saat malam takbiran. Ada piala bergilir juga nanti,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata mendukung berbagai kegiatan yang bisa menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun luar. Perlombaan lampu hias ini sangat menarik. Karena sudah menjadi tradisi jadi dikembangkan lagi agar banyak yang ingin datang melihat.
“Apapun yang terkait dengan pengembangan daerah itu pasti didukung. Seperti yang di Belakangpadang. Ke depan tentu kami harapkan tradisi-tradisi yang lama dan sudah mulai ditinggalkan bisa dibangkitkan kembali,” harapnya. (yui)
