Kamis, 30 April 2026

Polemik Limbah Plastik, Ini Tanggapan Perusahaan Daur Ulang di Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Limbah plastik yang dinilai membahayakan lingkungan Kota Batam terus menjadi sorotan berbagai pihak di kota industri ini.

Bahkan empat perusahaan pengimpor limbah plastik yang diketahui mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) diminta Bea Cukai untuk segera mengembalikan seluruh barang tersebut ke negara asalnya.

Hal itu ditanggapi PT Esun Internasional Utama Indonesia. Manajemen perusahaan daur ulang yang mengimpor material dari luar negeri tersebut menjelaskan, semua proses pengolahan dilakukan sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada.

“Tidak semua perusahan daur ulang berbahaya, perusahaan kami ini boleh dicek. Barang produksi jenis apapun semuanya direkspor kembali,” ujar Manajer PT Esun, Injo, Rabu (3/7/2019).

Kata dia, perusahaan yang berlokasi di Sekupang itu sudah beroperasi sejak 2017 lalu. Menurutnya barang produksi yang diolah semuanya direkspor kembali tanpa menyisakan limbah apapun.

Manager PT Esun Internasional Utama Indonesia, Injo (tengah) menjelaskan proses daur ulang yang dilakukan perusahaannya. Kata dia seluruh komponen yang didaur ulang akan direekspor kembali ke negara asal. Foto: Eja/batampos.co.id

“Di sini kita memilah komponen yang ada dalam barang tersebut satu persatu untuk didaur ulang jadi bahan baku baru,” kata dia.

“Misalkan dispenser, yang kami datangkan (untuk diproduksi) dispenser utuh. Semua komponen dipisahkan,” jelasnya lagi.

“Setelah diolah, komponen-komponen ini semuanya direkspor kembali. Bukan hanya ambil kawat atau tembaganya saja,” paparnya.

Bahkan kata dia, unsur plastik pun dikembalikan ke negara asalnya.

“Jadi tak ada limbah yang ditinggalkan,” terang Injo.

PT Esun lanjutnya, mempekerjakan 1.200 pekerja lokal dan berjalan dengan baik dalam pengawasan instansi pemerintah terkait.

“Semua izin ada, termasuk dari Kementerian Perdagangan untuk izin masuk barang bekas. Tak ada masalah,” tuturnya.

“Justru perusahaan membantu meningkatkan perekonomian di Batam. Ada 1.200 pekerja loh. Berapa ribu orang yang mereka tanggung dengan bekerja di sini,” ujar Injo.(eja)

Update