Jumat, 3 April 2026

Satu Titik di Batam yang Aku Suka; Panasera

Berita Terkait

Panasera. Suhari (inzet)

Pembaca batampos.co.id, kisah berikut ialah kiriman Suhari Ete melalui surel [email protected]

Bagi Suhari titik yang ia suka di Batam ialah Panasera.

Anda sudah pernah datang ke Panasera?

Bagi pekerja di kawasan industri Batamindo tentu tidak asing. Panasera ialah pujasera di satu sudut kawasan industri pertama di Batam itu.

“Panasera ialah tempat biasa kami ngobrol sambil minum segelas kopi bersama teman kantor. Tempat kami melepas lelah setelah seharian berjibaku dengan aktvfitas di perusahaan,” tulis Suhari.

Pria kelahiran Tulung Agung, Jawa Timur itu lupa telah berapa lama ia mengenal Panasera.

Panasera tempat pekerja dan non pekerja melepas penat dan berbagi cerita.

“Di sinilah para pengangguran bercerita tentang nasibnya yang tak kunjung mendapat kerja,” kisahnya.

Di Panasera obrolan sore para operator wanita memelas setelah menyadari bahwa semenjak tamat sekolah mereka merasa bahwa keberadaannya di dunia tidak lain hanya sekadar mengisi barisan tenaga kerja demi kelestarian kapital.

“Panasera masih tetap setia menunggu kami dengan segelas kopi dan menu masakan yang bervariasi dari penjuru negeri, meski tiap tahun harganya selalu mengalami kenaikan seiring laju inflasi,” lanjut pria kelahiran 1980 ini.

Meski ada kisah sedih, Panasera pun menyimpan kisah romantis.

“Di sinilah dulu saya membuat janji dengan seorang gadis pemilik mata elang. Di ujung bangku itu kami menikmati malam Minggu dengan bulan purnama di atas kami. Ceritapun mulai mengalir, tentang cita-cita, tentang kampungnya di pesisir Sumatera dan tentang bunga tabebuya yang mulai bersemi,” urainya.

Kini Panasera masih seperti dulu, tak banyak yang berubah, hanya bertambah Indomaret di sisi kiri dan D’Pallet café di ujung lain.

“Saya masih sering menghabiskan cukup banyak waktu di sini. Sendiri. Berdua dengannya atau dengan teman kantor.”

Letaknya yang sedikit jauh dari keramaian, memberikan suasana Panasera yang tenang. Lingkungan asri yang terdapat di sana juga sangat mendukung untuk berlama-lama melepas penat

“Jika kamu berkunjung ke sini, saran saya cobalah menu tahu tek-tek dan segelas kopi susu atau jus buah naga. Sejauh ini, saya merasakan menu tersebut yang mampu menggugah selesa makan saya,” ajakjnya.

Soal harga? Tak perlu khawatir! Semua menu yang ditawarkan less than Rp 20 ribu.

Bagaimana, Anda mau mencoba kudapan di Panasera?! (*)

Update