batampos.co.id – Tingkat gemar membaca di Kepri tergolong masih rendah. Dari data survey yang dimiliki oleh Ikatan Perpustakawan Indonesia (IPI), Kepri tidak termasuk dalam 10 besar tingkat gemar membaca (TGM).
Survey yang dilakukan seluruh Indonesia ini, menempatkan Provinsi Jawa Tengah diurutan pertama tingkat gemar membaca dengan prosentase 63,35 persen. Disebutkan dalam sajian hasil suvey, total responden perkabupaten atau kota, 120 responden. Target utamanya pelajar SMP dan SMA sederajat.
Survey ini juga mengungkapkan minat membaca umur 17 hingga 19 tahun sangat rendah. Namun cukup baik di kelompokumura 14 hingga 16 tahun. Tak hanya itu, anak-anak yang orangtuanya bekerja sebagai karyawan swasta, pengusaha, PNS, serta petani minat membacanya cukup baik.
Namun anak-anak yang pekerjaan orantuanya guru, dosen dan buruh, minat membacanya cukup rendah.
Hasil survey inilah nantinya yang akan menjadi salah satu pembahasan Ikatan Perpustakawan Indonesia, saat mengadakan rapat kerja yang akan diadakan 7 hingga 10 Juli di Harmoni One, Batam.

Data survey ini disampaikan oleh rombongan IPI, saat menyambangi Batam Pos, Sabtu (6/7/2019).
“Kegiatan yang kami akan adakan ini diikuti 600-an anggota IPI dari seluruh Indonesia” kata Ketua IPI Indonesia, T Syamsul Bahri, sabtu (6/7).
Ia mengatakan rapat kerja yang diadakan ini, untuk menyamakan persepsi dari seluruh anggota IPI seluruh Indonesia, yang berkaitan dengan meningkatkan minat baca di Indonesia. Secara kasat mata, minat baca di Indonesia sedikit menurun. Sehingga diperlukan perlu penanganan khusus, untuk dapat meningkatkan minat baca masyarakat.
“Nah inilah makanya, kami berkumpul seluruhnya di Batam,” ungkapnya.
Para anggota IPI, kata Syamsul akan bertukar pikiran satu sama lain. Dan membicarakan hal-hal baru mengenai dunia perpustakawan saat ini. “Harapannya, semoga minat membaca ini meningkat. Apabila minat membaca meningkat, tentunya menjadi hal positiv bagi Indonesia,” tuturnya.
Di Batam sendiri, ada terdapat beberapa perpustakaan. Baik milik pemerintah maupun swasta. Namun, kunjungan ke perpusataan ini cukup rendah. Namun dibalik itu, ada menduga penyebabnya rendahnya kunjungan ini. Karena sulit masuk dan diaksesnya perpustakaan ini.
“Hal ini sudah kami dengar. Ada informasi bahwa ada wacana akan membangun perpustakaan, tapi bukan di ruang lingkup kantor pemerintahan. Semoga saja (terlaksana),” ungkapnya.
Syamsul mengungkapkan salah seorang pemateri dalam kegiatan IPI kali ini, yakni budayawan melayu Kepulauan Riau, Rida K Liamsi.
Kedatangan rombongan IPI ini disambut oleh Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan dan Wakil Pimpinan Redaksi Batam Pos Yusuf Hidayat.
“Kami siap membantu menyukseskan kegiatan IPI,” kata Guntur kepada rombongan IPI. (ska)
