batampos.co.id – Kantin Panasera di Kawasan Industri Batamindo nampak sedikit lengang ketika batampos.co.id menjejakan kaki pada Rabu (31/7/2019) sekitar pukul 10.50 WIB.
Puluhan meja bundar yang terpancang mati beserta kursi yang juga bundar mengitari meja ini tidak banyak terisi ketika itu. Hanya beberapa meja yang ditempati oleh beberapa orang laki-laki.
Di sisi lain meja, nampak tiga wanita berbaju biru muda tengah asik berbincang. Tidak terdengar secara jelas apa yang mereka bicarakan.
Gelak tawa sesekali terdengar dari obrolan mereka, yang membuat suasana Panasera yang terletak di Jalan Angsana ini sedikit riuh.
Sementara itu, di 19 gerai makanan dan satu gerai minuman yang mengitari bagian dalam kawasan ini, tampak beberapa pemilik lapak dan pekerjanya tengah duduk santai sambil sesekali melayani orang-orang yang datang ke tempat makan ini.
Suasana mulai lebih ramai setelah sekitar 30 menit batampos.co.id berada di lokasi yang persis berhadapan dengan PT Nissin Kogyo Batam ini.

Ketika itu, meja-meja yang awalnya kosong mulai terisi. Suara tawa kaum hawa pun mulai jamak terdengar, beriringan dengan aktivitas penyedia makanan di lingkungan ini yang juga mulai sibuk.
Dari ke-19 gerai makanan yang ada, tidak diketahui secara persis mana yang menjadi favorit di lokasi ini.
Hanya saja, dari pantauan batampos.co.id selama sekitar satu jam di lokasi ini, gerai Mie Bakso Wong Jawa yang berada di bagian tengah kawasan ini cukup ramai.
Sejak awal kedatangan di kantin yang diapit oleh dua mini market ini, Mie Bakso Wong Jawa sudah mulai sibuk melayani pemesan yang ingin menikmati panganan yang ditawarkan.
Seiring dengan semakin dekatnya waktu makan siang, aktivitas di gerai ini semakin sibuk.
“Kalau siang lumayan ramai, tapi sekarang siang saja. Pagi sama sore sudah sepi,” kata salah seorang pekerja yang ditemui di kawasan ini.

Terkait dengan hiruk pikuk yang terjadi di kawasan ini, seorang pengunjung Panasera yang berhasil ditemui sedikit berbagi bercerita. Imam Wahyudi namanya.
Imam, begitu laki-laki asal Lampung ini disapa. Ia menuturkan, Panasera adalah tempat berkumpulnya para pekerja yang tersebar di sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Batamindo dan sekitarnya.
Termasuk mereka yang bekerja di Kawasan Industri Panbil.
Imam yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Panbil ini mengaku sudah jarang datang ke lokasi ini.
Akan tetapi, dirinya masih mengingat masa-masa ketika dirinya rutin berkunjung bersama kawan-kawannya.
“Sekarang kawan-kawan sudah berkeluarga semua, jadi sudah jarang nongkrong di sini,” kata dia.
Terkait dengan apa saja yang mereka obrolkan, Imam menjelaskan jika mereka membicarakan banyak hal.
Mulai dari hal-hal seputar pekerjaan, hingga persoalan yang terjadi di luar itu, seperti hobi dan rencana kegiatan setelah mereka lelah bekerja.
Saat itu, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam setelah bekerja. Untuk sekedar ngobrol dan menikmati sajian makanan yang ada di Panasera ini.
Membicarakan berbagai hal bersama teman-temannya yang menurut Imam cukup mengasikan.
Kondisi Panasera ketika itu, lanjut Imam, jauh lebih ramai dibanding saat ini. Karena memang saat itu jumlah pekerja yang ada di sekitar kawasan industri itu jauh lebih banyak dibanding saat ini.
“Dulu dari pagi sampai malam ramai, sekarang tidak lagi, terakhir saya pagi ke sini setelah pulang kerja, sepi di sini,” kata Imam lagi.(bbi)
