batampos.co.id – Konsulat Jenderal Pemerintah RRC di Kota Medan, Qiu Weiwei, berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membahas mengenai upaya rencana bersama dalam meningkatkan hubungan bilateral khususnya dalam bidang ekonomi, investasi, industri dan pariwisata, Rabu (7/8/2019).
Qui Weiwei, mengatakan, kedatangan mereka untuk mendapatkan informasi terkini terkait potensi yang di miliki oleh Kota Batam.
“Kami sangat senang dapat berkunjung ke Batam, karena Batam mempunyai pemandangam yang bagus, serta memiliki letak geografis yang unggul dan telah berkembang dengan pesat,” katanya.
Dia mengatakan, dengan status free trade zone (FTZ) menjadikan Batam sebagai tempat yang baik bagi para investor melakukan pengembangan usahanya.
“Batam merupakan salah satu tempat favorit warga RRC berkunjung, itu di buktikan bahwa tahun 2018 lalu tercatat lebih dari dua juta wisatawan Tiongkok berkunjung ke Kepri,” jelasnya.
Kata dia, bisa dikatakan pasar industri wisata Kota Batam sangat besar bagi wisatawan Tiongkok.
Oleh karena itu, pihaknya berharap hubungan baik antara Batam dan Tiongkok dapat terus ditingkatkan.
“Kedatangan kami ke sini juga ingin menghimbau kepada para investor asal Tiongkok yang berinvestasi di Batam, agar dapat melakukan komunikasi yang konprehensif dengan BP Batam apabila menghadapi permasalahan terkait dengan kegiatan usahanya di Batam,” jelasnya.
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, mengapresiasi kunjungan Konjen RRC di Medan, Qiu Weiwei.

“Saya berharap BP Batam dapat berkerja sama dengan Konsulat Jenderal RRC di Medan,” paparnya.
“Karena kami banyak program-program yang sedang dijalankan dan BP Batam rencananya bulan September ini akan ikut dalam kegiatan promosi ke Beijing,” jelasnya lagi.
Batam lanjutnya memiliki kelebihan dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Batam kata Edy, merupakan hub perdagangan lintas Asia, Eropa dan Amerika.
“Dan hanya Batam yang memiliki berbagai fasilitas unggulan dalam menarik para calon investor,” jelasnya.
Kata dia, Batam saat ini kami memiliki delapan sektor atau pulau yang dapat dipergunakan untuk kegiatan investasi.
“Saya berharap pihak investor China dapat melakukan kegiatan investasi di ke tujuh pulau lainnya sehingga Batam dapat terus berkembang,” katanya.
Edy juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Tiongkok yang sudah melakukan kegiatan investasi di Kota Batam dan juga para investor di Batam yang memiliki hubungan bisnis dengan pengusaha Tiongkok.
Dalam pertemuan itu, Konjen RRC juga menyampaikan beberapa kendala. Yaitu mengenai izin bekerja bagi tenaga kerja asing di Kota Batam.
“Mengenai perizinan tenaga kerja asing merupakan kewenagan pemerintah pusat,” kata Edy.
Akan tetapi lanjutnya, BP Batam berupaya untuk tetap memberikan dukungan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para investor.(*/esa)
