Selasa, 14 April 2026

Guru Mengajar Sesuai Domisili

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam masih menunggu peraturan turunan terkait rotasi guru berdasarkan zonasi domisili yang akan diterapkan tahun depan.

”Masih disusun, jadi kami belum terima aturan bakunya. Namun demikian, sebenarnya Disdik sudah mulai menerapkan cara ini secara perlahan dan bertahap,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Jumat (16/8/2019).

Ia mencontohkan, penempatan guru yang mengajar di pulau-pulau penyangga (hinterland). Rata-rata, semua guru berasal dari daerah setempat.

Karena, mereka lebih memahami karakter anak didik dan lingkungannya. Sehingga, proses belajar akan berjalan dengan lancar.

Ia menjelaskan, rotasi yang akan dilakukan berdasarkan tempat tinggal guru yang bersangkutan.

Pemerataan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas sistem belajar dan mengajar di sekolah. Penerapan rotasi ini sudah diterapkan di empat sekolah yang dibangun tahun ini.

Suasana belajar mengajar di SMP Negeri 9 Kota Batam tidak maksimal. Dinas Pendidikan Kota Batam menjalankan peraturan terkait guru yang akan mengajar sesuai domisili. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Seperti diketahui, pasca penerimaan peserta didik baru (PPDB) lalu, Disdik mendirikan sekolah baru untuk menampung siswa yang sebelumnya tidak tertampung di sekolah negeri.

Untuk kebutuhan gurunya, Disdik mulai menerapkan kebijakan zonasi guru.

”Untuk guru yang tinggal dekat lokasi sekolah baru, langsung dipindahkan dari sekolah yang lama,” ujarnya.

“Kalau gurunya satu lokasi sama sekolah, rasa ingin memilikinya lebih tinggi dan pasti bisa mempengaruhi proses belajar ke depannya,” jelas pria asal Dabo Singkep, Lingga itu lagi.

Untuk itu, lanjutnya, rotasi ini akan dilakukan perlahan dan bertahap. Saat ini, pihaknya masih menghitung dan mendata guru dan kebutuhan tenaga guru di sekolah dan beberapa sekolah di satu kecamatan.

”Mungkin tahun depan sudah mulai jalan. Guru mengajar di lingkungan tempat mereka berdomisili,” jelasnya,

Ia mengungkapkan, rotasi ini dinilai perlu karena bisa memengaruhi tingkat kreativitas guru dalam mengajar.

”Pertukaran suasana itu penting juga. Namun bedanya, sekarang mereka lebih dekat dengan lokasi sekolahnya,” imbuhnya.

Proses ini akan berjalan perlahan. Karena, siswa tidak mungkin tiba-tiba berganti guru. Hal ini akan berdampak pada psikologi anak maupun guru.

”Rotasi bisa saja berbarengan dengan PPDB. Jadi, sekolah baru guru baru,” tutupnya. (yui)

Update