Kamis, 23 April 2026

Air Dam Seiharapan dan Seiladi Surut

Berita Terkait

batampos.co.id – Musim kemarau panjang mengakibatkan air di Dam Sungai Harapan dan Sungai Ladi mengalami penyusutan cukup drastis. Hujan yang sudah tidak turun berbulan-bulan membuat debit air tidak bertambah sama sekali.

Menyusutnya volume air ini berdampak pada pengaliran air bersih ke rumah warga yang ada di Kecamatan Sekupang dan Tanjunguncang.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan hujan yang tidak turun memang mempengaruhi debit air di semua waduk yang ada di Batam. Tidak saja debit air baku, kualitas air baku juga tidak maksimal karena musim kemarau berkepanjangan ini. Sehingga mengganggu proses pengolahan air bersih.

“Kita hanya tergantung dari hujan. Selain itu untuk Dam Sungai Harapan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan karena sedimen yang cukup tebal,” terangnya, Kamis (29/8).

Menyusutnya debit air di dam mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tidak terhindarkan karena untuk mensiasati agar cadangan air tetap terjaga.

“Untuk melancarkan produksi air bersih saat ini kami sudah menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition),” Bebernya.

Dam Sei Ladi

Menurut Maria, menjaga ketersediaan air di Batam butuh komitmen bersama. Batam tak memiliki sumber air baku alami. Selama ini, kota industri ini menampung air hujan di waduk-waduk untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.

Mengingat Batam sangat tergantung pada air tampungan hujan, maka komitmen menjaga lingkungan di area tangkapan air menjadi sangat strategis. Tak hanya ATB, masyarakat dan pemerintah juga harus terus menerus berperan aktif dalam menjaga daerah tangkapan air.

“Waduk dan daerah tangkapan air merupakan milik pemerintah. ATB tidak punya kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis di dalam waduk dan Daerah Tangkapan Air,” jelasnya.

Hutan di sejumlah waduk sudah mengkhawatirkan. Aktifitas ilegal, seperti tambang pasir, perumahan liar, perkebunan dan sebagainya. Perusakan hutan di Daerah Tangkapan Air akan mempengaruhi curah hujan. Hutan yang semakin menipis akan menyebabkan proses kondensasi terganggu, sehingga curah hujan juga akan semakin tipis.

Data bagian Produksi ATB menunjukan bahwa curah Hujan di Daerah Tangkapan Air turun setiap tahunnya. Selain itu, hutan yang menipis akan menyebabkan sedimentasi semakin cepat, sehingga daya tampung waduk menurun.

“Mudah-mudah dengan turunnya hujan beberapa waktu ini bisa membuat debit air waduk bertambah,” tutupnya. (yui)

Update