batampos.co.id – Sudah pernah berwisata ke Taman Mini Indonesia?! Atau sudah pernah berkunjung ke Perpustakaan nasional?!
Keduanya tempat itu ialah buah karya Ibu Tien Soeharto. Perempuan hebat ini ialah first lady Indonesia menemani Presiden Soeharto.
Beliau wafat pada 28 April 1996. 23 tahun yang lalu.
Kenangan terhadap beliau masih jelas tergambar. Yang paling jelas ialah bagaimana beliau berbusana. Jarit atau kain panjang batik senantiasa ia kenakan, termasuk saat keluar negeri atau menyambut tamu dari luar negeri.
Sebuah identitas yang jelas. Jati diri bangsa.
Kenangan lain pun masih bisa kita rasakan hari ini. Bahkan bagi generasi penerus yang tidak pernah mengenal Ibu Tien secara langsung. Deretan bangunan fisik menjadi tetenger, kiprah beliau di negeri tercinta ini.

Melalui Yayasan Harapan Kita Ibu Tien meninggalkan warisan yang sangat berharga. Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita ialah sedikit contoh warisan beliau untuk generasi penerus.
Selain Taman Mini Indonesia Indah, dan Perpustakaan Nasional, Taman Anggrek Indonesia Permai pun lahir dari tangan dingin Ibu Tien Soeharto melalui Yayasan Harapan Kita (YKH).
Masih banyak lagi karya beliau yang lahir melalui Yayasan ini.
Dari sini kita bisa membayangkan betapa jauh jangkauan piker ibu negara kala itu.
Taman Mini Indonesia Indah Ibu Tien gagas opada saat rapat pengurus lengkap YHK pada 13 Maret 1970 di Jalan Cendana No. 8, Jakarta.
Saat itu Ibu Tien Soeharto menyodorkan sebuah gagasan, membangun mininatur Indonesia.
Dalam bayangan Ibu Tien, ini merupakan sebuah kawasan yang diisi bangunan-bangunan bercorak rumah adat dari masing-masing provinsi,
Kebayang enggak sih pada tahu itu telah muncul gagasan untuk membuat mahakarya yang hingga kini masih bisa kita nikmati.
Ide itu tak sekadar ide, Ibu Tien kuat memegang mimpinya. Saat melakukan kunjungan ke Malaysia dan Thailand, pada 16-22 Maret 1970, ibu negara mengunjungi Thailand in Miniature (TIM) Land yang lokasinya tak jauh dari bandara Don Muang.
Mei 1970, menemani Presiden Soeharto melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat, Ibu Tien menyempatkan berkunjung ke Disneyland.
“Studi banding” itu dirasa cukup. Yayasan Harapan Kita mulai mewujudkan mimpi Ibu Tien pada tahun 1972. Taman Mini demikian kini rang banyak meyebut iresmikan pada tanggal 20 April 1975.
Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektar itu.
Yayasan Harapan Kita sendiri hingga saat ini masih tetap berkarya meski sang pendiri telah lama tiada.
Tentu masih banyak kisah prestasi dari sang ibu negara. Satu hal yang menarik ialah visi yang jauh ke depan. Pada era milenial saat ini semangat Ibu Tien masih pas untuk ditiru. (putut)
