batampos.co.id – Pengawasan dan penertiban angkot di Kota Batam belum berjalan maksimal. Masih banyak angkot yang tak laik operasi bebas berkeliaran di beberapa ruas jalan di Kota Batam.
Masyarakat semakin resah sebab angkot yang tak terawasi itu kerap berulah dan mengancam keselamatan penumpang atau pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lapangan, angkot yang beroperasi di Batuaji dan Sagulung misalnya. Aksesoris pendukung kendaraan banyak yang copot atau tidak berfungsi.
Seperti lampu rem atau lampu sign, mengularkan asap yang berlebihan hingga bolongnya sebagian bodi angkot.
“Bahkan ada yang tak ada pintu. Celakanya, kalau terjadi yang tak diinginkan penumpang pasti keluar dan terjatuh,” ungkap Rendi warga Batuaji, Minggu (8/9/2019).

Kendati banyak ditemukan bermasalah, namun angkot-angkot ini masih merajai jalanan. Aksi kebut-kebutan hingga ngetem di tengah jalan menjadi hal yang biasa bagi para sopirnya.
Ini yang paling dikeluhkan masyarakat sebab kerap menyebabkan kecelakaan lalulintas dan kemacetan.
“Banyak tak tak beres angkot di sini. Bemper bercopotan, lampu rem tak ada sampai pintu mobil yang diikat pakai karetpun ada,” kata Musnih.
“Sudah kayak gerobak jadinya tapi enteng saja sopirnya. Nambang terus walau tak pernah uji KIR,” kata dia lagi.
Bebas beroperasinya angkot yang tak laik operasi ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat umum lainnya.
Masyarakat menilai kinerja kerja dari Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang belum maksimal.
“Kecelakaan angkot paling sering, nyungseplah, nabrak oranglah. Sudah banyak korban. Tunggu sampai kapan lagi baru ditertibkan,” kesalnya.(une)
