batampso.co.id – Pemerintah mengucurkan Rp 8,6 triliun untuk menutupi kekurangan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi perumahan subsidi tahun ini.
Dengan dana tersebut, akan ada 80 ribu rumah subsidi yang akan dibangun hingga November mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (16/9/2019).
Soelaeman mengatakan, penambahan dilakukan mengingat kuota FLPP tahun ini sudah habis.
“Saat ini terjadi kehabisan kuota FLPP yang hanya bisa sampai bulan Agustus,” ujarnya usai pertemuan.
Padahal, lanjut dia, untuk sampai akhir tahun, dibutuhkan kuota FLPP sebanyak 130 ribu rumah.

Nah, dengan adanya alokasi tambahan Rp 8,6 triliun atau 80 ribu rumah, maka pembangunan rumah subsidi bisa berjalan hingga November.
Dia sendiri berharap anggaran penambahan kuota bisa segera dicairkan agar bisa direalisasikan bulan September.
Dengan demikian, konsumen yang saat ini masih dalam tahap menunggu pembangunan bisa segera menempati rumahnya.
“Tadi Bapak Presiden sudah memberikan solusi yang sangat cepat, menelpon menteri keuangan, dalam satu minggu ini, paling maksimal dua minggu, kuota FLPP tambahan,” imbuhnya.
Selain REI, pengembang yang diundang ke Istana kemarin adalah Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dan Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra).
Ketiganya menyumbang lebih dari 60 persen pembangunan rumah dalam program 1 juta rumah tahun ini.
Masing-masing REI 400 ribu rumah, Himperra 60 ribu rumah, dan Apersi 150 ribu rumah.(far)
