batampos.co.id – Kabut asap kian menebal di wilayah Batuaji dan Sagulung. Aktivitas pelayaran antar pulau mulai terganggu.
Sejumlah penambang boat pancung di pelabuhan Sagulung mengaku jarak pandang di wilayah perairan mulai terganggu sejak tiga hari terakhir ini.
Layanan pelayaran ke pulau-pulau yang agak jauh terhambat karena perlu perhitungan yang detail untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Iya sangat mengganggu. Tak berani kalau jauh-jauh,” ujar Efendi, seorang penambang boat pancung di pelabuhan Sagulung, Rabu (18/9/2019).

“Paling pulau-pulau dekat sini saja yang kami layani. Di sini (perairan Sagulung dan kecamatan Bulang), banyak kapal-kapal termasuk kapal cepat yang berlayar takut ketabrak atau ditabrak,” kata di lagi.
Baca Juga: Asap Kiriman Ganggu Penerbangan di Kota Batam
Senada disampaikan Supri, nelayan Pulau Buluh. Ia mengaku aktivitasnya sebagai nelayan mulai terganggu.
Kabut asap yang cukup tebal mengharuskan para nelayan tidak melaut sementara waktu. Jikapun terpaksa, kata dia, nelayan hanya pergi ke wilayah perairan terdekat.
“Kalau malam tak nampak sama sekali pak. Pakai senterpun kabur. Baik tak melaut dulu,” ujarnya.
Baca Juga: Kiriman Asap Masih Berlanjut, Segini Kecepatan Angin yang Bawa Asap Ke Kota Batam
Pantauan di lapangan, di wilayah perairan Sagulung, Batuaji hingga Marina, Sekupang masih diselimuti kabut asap yang cukup pekat.
Kabut asap kian menebal dari hari ke hari sejak sepekan belakangan ini. Masyarakat yang beraktivitas diluar rumah umumnya mengenakan alat penutup hidung agar tidak terserang penyakit gangguan pernapasan.(eja)
