Kamis, 16 April 2026

Usaha Kekinian di Batam Banyak yang Belum Memiliki Izin

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Batam akan membantu pelaku UKM dalam mendapatkan bantuan modal usaha dari perbankan.

Kepala Dinas KUKM Batam, Suleman Nababan, mengatakan, ada lima pendamping yang bertugas mengembangkan pelaku UKM.

“Beberapa persoalan pelaku UKM yang menghambat kemajuan usaha diantaranya, permodalan, pemasaran, perizinan dan kemasan produk,” katanya, Selasa (24/9/2019).

Pendamping kata dia, bertugas memberikan dan membina pelaku usaha untuk memajukan produknya. Untuk mendapatkan modal tentu ada proposal yang diajukan.

Selama ini banyak pelaku usaha ditolak pengajuan modal ke perbankan karena tidak memenuhi persyaratan. Hal ini menyebabkan usaha tidak berkembang.

“Nanti mereka yang mengajarkan pelaku usaha, agar bisa mendapatkan suntikan modal sehingga usaha terus berlanjut,” ujarnya lagi.

Para pelaku UMKM di Kota Batam saat mengikuti pameran di gedung Imperium Superblock beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/batampos.co.id

Persoalan lain adalah keterbatasan pengetahuan mengenai teknologi juga menjadi kendala.

Saat ini pendaftaran izin produk melalui online. Hal ini sering menjadi keluhan pelaku usaha yang kesulitan mengakses karena tidak menguasai sistem online.

“Untuk itu pendamping ini bertugas menghubungkan pelaku usaha dengan dinas terkait untuk mempermudah proses perizinan ini,” tambahnya.

Menurutnya banyak usaha kekinian saat ini belum mengantongi izin untuk diedarkan, apalagi dilempar ke pasar nasional. Meskipun tingkat kreativitas cukup tinggi, namun produk harus memiliki izin.

“Kan banyak itu ada izin industri rumah tangga dari Dinkes hingga label halal dari MUI. Ini bukti kalau produk itu telah teruji dan layak untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Karena itu kelima pendamping yang baru bertugas ini akan berusaha memecahkan persoalan dan membantu pelaku usaha dalam mengembangkan produk mereka.

Suleman mengakui hingga kini belum ada perkembangan pelaku usaha yang terjadi. Hal ini tidak terlepas dari faktor ekonomi yang saat ini belum mengalami peningkatan.

“Masih stagnan saja. Belum ada pertumbuhan,” imbuhnya.(yui)

Update