batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna dipersiapkan menuju Kabupaten Sehat. Sekda Natuna Wan Siswandi mengatakan, persiapan Natuna menuju Kabupaten Sehat adalah mewujudkan kabupaten yang bersih, nyaman, dan aman serta sehat untuk dihuni masyarakat. Namun, perlu penerapan beberapa tata-nan terintegrasi yang dise-pakati masyarakat dan pemerintah daerah.
Siswandi menegaskan, dalam menyiapkan Kabupaten Sehat ini bukan bertujuan untuk menerima perhargaan Swasti Saba. Namun, sebagai karya yang dilakukan.
”Harapannya, proses menuju Kabupaten Sehat ini adalah awal dari karya bersama, bukan tujuan ak-hirnya sebuah penghargaan. Karena Kabupaten Sehat itu perlu kelanjutan terus menerus dalam kepentingan bersama,” kata Siswandi dalam jamuan makan malam bersama sejumlah OPD dan rombongan tim verifikasi Kabupaten Sehat dari Kemenkes dan Kemendagri di gedung daerah, Rabu (26/9/2019) malam.
Sekda mengatakan, Natuna sudah masuk nominasi dalam penilaian Kabupaten Sehat 2019 oleh Kemenkes dari 202 kabupaten dan kota yang mendapat penilaian dari Kemenkes dan Kemendagri.

Sekda Natuna Wan Siswandi saat menghadiri makan malam bersama tim verifikasi Kabupaten Sehat Kemenkes, Rabu (25/9) malam.
”Menuju Kabupaten Sehat ini juga tidak terlepas dari peran semua pihak, termasuk masyarakat, Forum Kabupaten Sehat dan OPD terkait,” sebut Siswandi.
Ketua Forum Kabupaten Sehat Nurhayati Hamid Rizal mengatakan, mempersiapkan Natuna menuju Kabupaten Sehat diperlukan waktu dua tahun. Karena berbagai aspek yang perlu dibenahi, mulai di tingkat kecamatan hingga desa.
”Forum Kabupaten Sehat selama ini sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan beberapa OPD terkait. Karena menyangkut banyak faktor, salah satunya nilai gotong-royong warga untuk kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Rizal Rinaldy mengatakan, dalam persiapan Kabupaten Natuna sehat tahun ini dilibatkan tujuh kecamatan yang mendapat penilaian lapangan tim verifikasi Kemenkes dan Kemendagri.
Kabupaten Sehat ini, kata-nya, untuk mendorong masyarakat tentang masalah lingkungan fisik, dan penyehatan lingkungan sosial. Meningkatkan kemitraan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun kotanya melalui forum dan pokja.
”Tentunya yang terpenting untuk meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama warga terhadap hasil pembangunan. Baik tatanan permukiman sehat dan tatanan masyarakat sehat,” ujarnya. (arn)
