Kamis, 16 April 2026

Rumah Zakat Action untuk Wamena

Berita Terkait

batampos.co.idRumah Zakat Action terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, kabut asap, gempa ambon dan merespon tragedi kemanusiaan Wamena.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, Rumah Zakat sebagai lembaga kemanusiaan merespon kejadian ini sebagai kejadian kemanusiaan karena ribuan warga yang merasakan dampaknya.

“Kita harus ikut aktif melakukan aksi bantuan kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban” Ujar CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, Senin (30/9/2019).

Rumah Zakat mengirimkan lima relawan yang kini telah tiba di Wamena. Di sana kata dia, para relawan menyalurkan bantuan logistik untuk warga dan juga mendirikan dapur umum.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi (kanan) berfoto bersama para relawan yang bertolak ke Wamena. Foto: Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Selain lima relawan, Rumah Zakat pun menerjunkan 20 orang untuk membantu para pengungsi di Sentani Jayapura.

“Para relawan berkoordinasi dengan TNI dan juga pihak-pihak terkait dalam upaya membantu warga Wamena,” jelasnya.

“Sebab kami harus terus waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkap Efendi.

Aksi kemanusian Wamena akan terus berlanjut hingga keadaan kembali normal. Adapun rencana aksi selanjutnya adalah distribusi bantuan logistik dan paket makanan siap saji, pendampingan psikososial, layanan medis dan santunan sosial.

Sementara itu kebutuhan mendesak yang diperlukan warga Wamena adalah bahan pangan, keperluan bayi, obat-obatan, selimut dan pakaian, serta hygiene kit.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi memperlihatkan lokasi yang terdampak kerusahan Wamena. Foto: Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Sedangkan untuk Gempa Ambon, Rumah Zakat menurunkan 10 relawan tim evakuasi dan medis, mendistribusikan paket makanan siap saji, paket kornet superqurban, air mineral, serta layanan medis.

“Gempa susulan terus terjadi di Ambon Maluku. Oleh karena itu para relawan di lokasi selalu bersiap siaga sehingga bila terjadi gempa yang lebih besar, kita dapat melakukan hal preventif untuk meminimalisir dampak negatifnya,” ujarnya.

Menurut Efendi, kedepannya para relawan akan terus melakukan distribusi bantuan logistik, pendampingan psikososial, layanan medis, serta turut melakukan pembersihan reruntuhan puing bangunan.

Sementara itu kebutuhan mendesak dari para pengungsi saat ini antara lain makanan siap saji, perlengkapan khusus wanita, obat, tenda, dan perlengkapan balita.

Tragedi kerusuhan di Wamena yang telah menewaskan 33 orang warga, 84 orang luka ringan, serta 7.278 mengungsi menjadi duka bersama.(*)

Update