batampos.co.id – Keberadaan Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Komplek Niaga Mas ternyata belum berpengaruh terhadap harga komoditas di pasaran Kota Batam.
Buktinya, beberapa harga komoditas, cabai mi-salnya, di pasar tradisional Batam masih tinggi.
Seperti di Pasar Mustofa Batam Center, harga cabai rawit merah atau cabai setan dijual Rp 80-90 ribu per kilogram (kg), cabai rawit hijau Rp 60-70 ribu per kg, cabai keriting Rp 70 ribu per kg. Harga yang sama terpantau di Pasar Botania 1.
”Harga cabai masih mahal, belum tahu turun kapan,” ujar Lina, pedagang sayur mayur di Pasar Botania 1.
Sementara, di Pasar TPID Komplek Niaga Mas, Kamis (3/10/2019) siang terpantau sepi pengunjung.
Meski begitu, jumlah tenan yang buka semakin banyak. Setiap pedagang juga wajib mencantumkan harga-harga komoditas yang dijual.

Winarti, salah satu pedagang sudah berjualan sejak pertama Pasar TPID dibuka. Sejak awal dibuka, menurutnya, Pasar TPID masih sepi pengunjung.
Namun, ia memilih bertahan karena sudah terlanjur membuka usaha.
”Ya pembeli bisa dihitunglah, sepi setiap harinya,” ujar Wi-narti yang sibuk merapikan dagangannya.
Menurut dia, harga cabai memang masih tinggi. Untuk cabai rawit hijau dijual Rp 48 ribu per kg, cabai rawit merah atau setan Rp 75 ribu per kg, cabai keriting Rp 60 ribu per kg.
”Setahu saya, memang harga di sini lebih murah. Tapi masih sepi pembeli. Mungkin belum pada tahu,” jelasnya.
Hal yang sama juga diutarakan Bagas. Menurutnya, harga komoditas yang dijual di sana hampir sama dengan Pasar Pagi Tos 3000 Jodoh.
Seperti harga bawang merah dijual Rp 22 ribu per kg, kentang Rp 13 ribu per kg.
”Harga di sini bisa dikatakan murah dibanding pasar lain, soalnya hampir sama dengan pasar di Jodoh,” ujarnya.(she)
