Selasa, 3 Februari 2026

Lahan Bendungan Sebayar Belum Dibebaskan

Berita Terkait

batampos.co.id – Rencana pembangunan bendungan di Sebayar Kecamatan Bunguran Timur, hingga saat ini masih terganjal pembebasan lahan.

Pasalnya, pemerintah daerah belum menetapkan harga pembebasan lahan. Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, mengatakan, bendungan Sebayar terancam batal dibangun jika pemerintah tidak melakukan kesepakatan bersama pemilik lahan.

Karena sejauh ini kesepakatan harga belum ditetapkan. Bendungan Sebayar ini kata Ngesti, sebenarnya sudah mendapat hibah lahan seluas 5 hektare dari Daeng Rusnadi.

Namun, luas lahan tersebut tidak cukup untuk kawasan genangan.

Bendungan sbeyar, Natuna. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Bendungan Sebayar masih belum pasti dibangun tahun 2020 mendatang. Jika pemerintah belum bersepakat soal harga lahan untuk area genangan. Memang lima hektare untuk bangunan bendu-ngannya sudah dihibahkan,” kata Ngesti, Senin (14/10/2019).

Ngesti mengatakan, bendungan Sebayar sudah direncanakan dibangun 2020 mendatang dari APBN senilai Rp 100 miliar.

Namun, realisasinya tergantung pemerintah daerah, untuk kesanggupannya membebaskan lahan area genangan.

“Area genangan yang dibutuhkan berdasarkan permintaan Kementerian PUPR sekitar 30 hektare, sebenarnya bisa dibebaskan bertahap. Tapi kalau pemda mampu dan keuangan mendukung,” ujarnya.

Seperti diketahui, bendungan Sebayar sangat diperlukan oleh PDAM sebagai cadangan air baku.

Terutama saat musim kemarau panjang. Karena saat ini PDAM Natuna belum memiliki infrastrukur memadai, dan bergantung pada kondisi curah hujan.(arn)

Update