batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan jumlah penderita yang paling tinggi di Kota Batam.
Berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat ada lebih dari 66 ribu orang yang menderita ISPA di sepanjang tahun 2019.
“Sepanjang tahun ISPA selalu jadi penyakit tertinggi di Batam,” kata Kepala Dinas Kesehatan kota Batam Didi Kusmarjadi, kemarin.
Diakuinya, ISPA di Batam dibagi pada beberapa jenis. Seperti pneumonia atau penyakit infeksi di paru-paru di bawah usia 5 tahun, batuk bukan pneumonia di bawah usia 5 tahun.

Pneumonia di atas lima tahun serta batuk bukan pneumonia di atas lima tahun.
Penyakit ISPA juga menyerang kepada kelompok umur yang bervariasi.
Yakni dari anak-anak hingga dewasa. Penyebab penyakit ISPA salah satunya adalah adanya polusi udara.
Bisa karena asap knalpot kendaraan, asap rokok, dan asap kebakaran hutan.
Berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat sepanjang September 2019 ada 5.317 kasus ISPA.
Angka ini jauh lebih rendah dibanding bulan-bulan sebelumnya dimana Agustus ada 7.554 kasus dan Juli 6.404 kasus, Juni 6.367 penderitan dan Mei sebanyak 8.360 penderita.
Selanjutnya di April ada 7.194, Maret 8.282 penderita, Februari menjadi yang tertinggi selama tahun 2019 yakni 9.036, serta di Januari 8.177 penderita. Totalnya hingga September 66.691 penderita.
“Untuk beberapa bulan terakhir gak ada kenaikan malah,” ucapnya.
Didi menyebutkan, salah satu pendorong turunnya kunjungan penderita ISPA di puskesmas, yaitu disebabkan cepatnya keluar imbauan dan edukasi kepada masyarakat.
Semisal imbauan untuk menggunakan masker serta menjalankan gerakan hidup sehat.(rng)
