batampos.co.id – Nelayan akan mendapatkan tambahan bantuan berupa kapal hingga GPS untuk penunjang aktivitas melaut mereka. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Batam, Husnaini, Rabu (23/10/2019).
Ia mengatakan, bantuan merupakan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang diterima 2020 mendatang. Anggaran yang diterima Diskan naik hampir 100 persen jika dibandingkan tahun ini.
”Alhamdulillah, ada kenaikan anggaran yang kami terima. Jadi, bantuannya lebih tinggi nilainya dari tahun ini,” sebutnya.
Husnaini menyebutkan anggaran yang diterima tahun ini Rp 915 miliar. Bantuan akan diterima dalam bentuk barang sesuai dengan kebutuhan nelayan yang diusulkan.
”Sama dengan tahun lalu. Bantuan berupa alat bantu tangkap jadi tak dalam bentuk uang,” jelasnya.
Ia menyebutkan, bantuan akan diberikan kepada nelayan yang sudah terdaftar dan berada dalam binaan Diskan Batam.

Alat bantu tangkap berupa empat unit kapal 3GT. Masing-masing satu unit untuk Belakangpadang, Bulang, Galang, dan Sekupang.
”Serta kapal 4 GT untuk nelayan yang ada di Belakangpadang,” sebutnya.
Selanjutnya, 45 unit alat tangkap ramah lingkungan dengan rincian, lima unit untuk Kecamatan Sekupang, lima unit untuk Belakangpadang, 10 unit untuk Bulang, Galang dan Sagulung dengan jumlah yang sama.
Terakhir untuk Bengkong lima unit alat tangkap ramah lingku-ngan.
”Bantuan alat tangkap ini diharapkan bisa membantu nelayan dalam menjalankan aktivitasnya,” imbuh Husnaini.
Selain itu, ada juga bantuan berupa GPS. Alat ini akan membantu nelayan mendeteksi keberadaan ikan di laut.
Nantinya alat ini akan diberikan empat unit untuk Sekupang dan 10 untuk Bulang.
”Jadi, ada 14 unit GPS juga yang akan diberikan kepada nelayan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, untuk DAK ini rencananya akan kembali dibahas dalam rapat sinkronisasi bersama KKP 28-30 Oktober di Bogor.
”Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” harap dia.(yui)
