batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan akibat defisit yang hampir mencapai Rp 40 miliar, sejumlah proyek harus ditunda untuk dilaksanakan tahun depan.
Salah satunya bantuan kepada masyarakat miski dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
“Iya karena defisit jadi tahun depan ditiadakan dulu hingga APBD ini benar-benar sanggup,” kata dia, Senin (28/10/2019).
Menurutnya program tersebut tetap berjalan namun, anggarannya berasal dari pusat.
Amsakar menyebutkan program seperti ini juga ada di dinas lain yaitu Disperkimtan Batam.

“Jadi ada BSPS dan KOTAKU. Nanti kedua program ini akan mengakomodir RTLH yang biasanya dibiayai APBD Batam,” ujarnya.
Ia menegaskan program tetap berjalan hanya saja pendanaanya tidak dari APBD melainkan DAK tahun 2020 mendatang.
Program pengentasan kemiskinan ini merupakan yang prioritas. Jadi meskipun tidak ada di APBD, Pemko Batam tetap mengusahakan dari sumber dana lain.
“Yang penting kan tetap jalan. Kami akan terus mengupayakan agar peningkatan taraf hidup warga bisa terus membaik termasuk dari segi tempat tinggal,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahaan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam, Eryudhi, menyebutkan tahun depan ada 355 rumah yang akan direhap dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Naik hampir dua kali lipat. Kalau tahun ini hanya 190 rumah yang diperbaiki,” sebutnya.
Pria yang akrab disapa Yudhi mengaku belum tahu sebaran perbaikan nanti.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinsos-PM terkait penerima bantuan ini.
“Nanti kami survei ke lapangan. Perbaikan meliputi atap, lantai dan dinding. Masing-masing dapat bantuan sebesar Rp 17.5 juta per rumah,” imbuhnya.(yui)
