Kamis, 16 April 2026

Pak Kepala BP, Lubang Galian Pipa IPAL Ada yang belum Ditutup

Berita Terkait

batampos.co.id – Proyek pemasangan pipa untuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Bengkong Sadai yang dikerjakan Badan Pengusahaan (BP) Batam masih banyak dikeluhkan masyarakat.

Penyebabnya masih sama seperti sebelumnya, yakni karena pekerjaannya membuat beberapa bagian jalan mengalami penurunan dan rusak.

Contohnya ada di Perumahan Legenda Malaka, Legenda Bali, Perumahan Hang Tuah dan sebagainya.

Misalnya jalan di perumahan Legenda Malaka mengalami penurunan di salah satu sisi. Sehingga saat hujan, bagian jalan yang turun tersebut akan digenangi air sehingga mengganggu kenyamanan ber­kendara.

”Setelah pipa ditanam, malah jalan tak diperbaiki sama sekali. Warga di sini merasa terganggu karena jalan perumahannya rusak. Pas hujan juga sering becek. Tolong segera diaspal jalan ini,” kata warga Perumahan Legenda Malaka, Nuriah, Senin (28/10/2019).

Pantauan yang sama juga bisa dilihat di jalan dekat Bundaran BP Batam. Berbeda dengan jalan di Perumahan Legenda Ma-laka, jalan tersebut dilewati banyak kendaraan, seperti Bus Trans Batam, angkutan umum dan lain-lain. Secara otomatis, bagian jalan yang mengalami penurunan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Jalan yang sudah disemen setelah pemasangan pipa IPAL ambles di persimpangan Pasar Mega Legenda, Batam Center, Senin (28/10). Di sejumlah lokasi juga ditemui hal yang sama.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Kontraktor dari pemasangan pipa IPAL memang menggali bagian jalan secara vertikal di sepanjang sisi jalan. Lalu setelah selesai, semestinya ditimbun lagi lalu diaspal. Namun sayangnya, kadang setelah ditimbun tak langsung diaspal. Pihak kontraktor sering berdalih bahwa untuk pengaspalan harus menunggu tanahnya menjadi keras dan padat, tapi sekarang sedang musim hujan sehingga terus tertunda.

Kabid Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, ia akan segera memerintahkan timnya untuk mengecek langsung ke lokasi.

”Akan di-follow up sekarang (kemarin, red),” katanya.

Mengenai proses pembangunan IPAL ini, Iyus mengaku sudah rampung 60 persen. Dan targetnya akan selesai Desember mendatang, lalu bisa beroperasi pada Januari tahun depan. Saat ini, BP te-ngah fokus pasang jaringan pipa.

“Jaringan pipa utama dan sekunder sudah terpasang 92 kilometer dari target 114 kilometer. Sedangkan sambungan untuk rumah baru sudah ada di 200 rumah di Perumahan Hang Tuah, Legen-da Malaka,” imbuhnya.

Tapi sambungan pipa ke Perumahan Hang Tuah baru sekadar pipa utama, sedangkan pipa sambungan menuju septic tank masing-masing rumah belum terpasang.

“Kami akan pasang, tapi ini masih menunggu selesainya stasiun pompa,” paparnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengaku masalah proyek IPAL ini memang kerap mendapat keluhan warga, terutama pipa yang dibangun di perumahan-perumahan. ”Kan banyak yang protes nih, setelah dibongkar pekerjaan tidak sempurna seperti semula,” ucap Rudi, Jumat (4/10) lalu.

Saat itu, pria yang juga Wali Kota Batam ini mengaku telah memanggil divisi di BP Batam yang berkaitan dengan proyek tersebut. Ia meminta keluhan warga dapat segera ditindaklanjuti. ”Saya tanya siapa saja yang dapat kontrak. Ada 19 rupanya, belum lagi di-subcon lagi. Saya minta, yang 19 ini diawasi,” kata dia.

Rudi mengatakan, pekerjaan yang merusak fasilitas umum ini yang menjadi alasan warga belum sepenuhnya menerima proyek yang disebut-sebut menjadi contoh untuk daerah lain ini.

”Banyak kompleks tidak mau karena (persoalan) itu sebenarnya,” kata dia.

Sejatinya, bukan kali ini saja Rudi pernah memprotes proyek ini. Sebelum dirinya merangkap jabatan di BP Batam, ia pernah meminta BP Batam mengaspal kembali jalan di Green Land dan kawasan Ruko Air Mas, Batam Kota karena proyek ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan pihaknya akan turun mengecek langsung. ”Besok (hari ini) kami akan turun,” ujarnya singkat. (leo/iza)

Update