batampos.co.id – Kondisi jalan tanah menuju wilayah Kelurahan Sambau, Nongsa, kian memprihatinkan, terutama setelah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir ini.
Padahal jalan tersebut merupakan akses utama warga yang tinggal di Kelurahan Sambau dan sekitarnya.
”Jalan berlumpur karena hujan, genangan air di mana-mana. Ini akses utama yang banyak dilalui warga, tapi ya kondisinya seperti ini,” ujar Ulanda, warga Perumahan Nongsa, Senin (28/10).
Menurut dia, di Kelurahan Sambau sudah banyak warga yang tinggal, baik di perumahan maupun kaveling.
Namun, akses jalan masih tanah, karena belum ada sama sekali perhatian dari pemerintah.

”Sudah lama banget jalan ini (jalan tanah, red), tapi sama sekali tak ada diperhatikan pemerintah. Saya saja sudah lebih dari tiga tahun tinggal di sini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam, Yumasnur, mengatakan jalan tersebut belum masuk dalam perencanaan pembangunan.
Jalan tersebut tak pernah diusulkan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) naik di tingkat kecamatan ataupun kota.
”Belum ada diperencanaan. Selama musrenbang juga tak pernah diusulkan,” kata Yumasnur.
Dia mengatakan, pembangunan atau perbaikan harus diusulkan RT/RW atau perangkat kelurahan dalam musrembang.
Sehingga nantinya bisa dipertimbangkan masuk dalam rencana pembangunan.
”Mudah-mudahan dalam musrenbang tahun ini ada yang mengusulkan, sehingga bisa dibangun,” imbuhnya.
Sedangkan Camat Nongsa, Heriyanto Yusuf, mengaku tak tahu pasti kondisi terkait jalan tersebut.
Namun, menurutnya jalan tanah tersebut dibuka oleh pengem-bang. ”Saya belum tahu kondisinya seperti apa, nanti saya tanya lurah terkait,” ujar Heriyanto.(she)
