batampos.co.id – Pelaku usaha optimistis sektor properti segera bangkit lagi. Itulah yang dirasakan PT Dwi Mitra Sukses.
Optimisme itu disampaikan saat manajemen developer terkemuka itu menerima kunjungan Batam Pos, Senin (11/11/2019).
Bertempat di kantor PT Dwi Mitra Sukses, Jalan Raden Patah, Kompleks Nagoya Gateway Blok E Nomor 3, Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan, Manajer Iklan Agus Triono,
Asisten Manajer Pengembangan Bisnis Bayu Robersa, dan Marketing Batam Pos Suhartoyo disambut hangat oleh manajemen PT Dwi Mitra Sukses.
Di dunia properti, PT Dwi Mitra Sukses merupakan salah satu developer terbesar dan terpercaya.
Beragam proyek prestisius digarap. Seperti Perumahan Taman Raya, Taman Raya Square, Pertokoan dan Perumahan Hollywood Hill Batam Center, Perumahan Bukit Raya Batam Center, Perumahan dan Pertokoan Bunga Raya di Batam Center, Perumahan Puri Malaka Tiban, serta Pertokoan dan Pasar Cipta Puri Tiban.
Kemudian Perumahan Kabil Raya, Pertokoan Asih Raya Mukakuning, The Hill Residence Batam Center, Pertokoan Niaga Taras Batam Center, dan Perumahan Mahkota Renggali.
Di luar sektor properti, grup tersebut juga mengembangkan usaha BPR Dana Mitra Sukajadi, Sekolah Sultan Agung, Sekolah Penerbangan Batam Center, dan akan segera membuka Rumah Sakit Regita Batam Center.
Obrolan santai terjalin dalam road show bertajuk silaturahmi tersebut. Mulai dari situasi ekonomi, hingga optimisme keberlanjutan sektor properti.
“Saat ini BP (Badan Pengusahaan) Batam mengalami pergantian pimpinan. Kontestasi politik juga sudah usai. Sekarang tinggal menunggu gebrakan baru dari pemerintah,” kata manajemen.

Tumbuhnya perekonomian Kepri dari 4,6 persen menjadi 4,8 persen tentunya menumbuhkan optimisme bagi pelaku usaha.
Oleh sebab itu, kata Budiyono, pihaknya sangat berharap berbagai persoalan yang menghambat dunia usaha segera dibenahi.
“Berbeda dengan daerah lainnya, sektor properti di Batam ini punya potensi bagus,” ujarnya.
“Menurut saya, masih jadi barometer bisnis properti di Indonesia. Tinggal menyelaraskan antara pertumbuhan ekonomi dengan upaya pemangkasan regulasi,” paparnya.
Ia yakin, pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga BP Batam punya komitmen untuk memperbaiki kondisi Batam saat ini.
Menurutnya, pada 2017 lalu sektor properti di Batam mengalami keterpurukan. Barulah pada 2018, sektor tersebut mampu melakukan recovery alias perbaikan.
Meskipun di 2019 masih dinamis, namun dia yakin tahun depan akan bangkit lagi.
“Tahun politik sudah selesai. Tinggal menunggu paket kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah seperti apa,” ujarnya
“Tidak hanya pelaku usaha. Masya-rakat Batam pun juga menantikan kebijakan yang proinvestasi,” katanya lagi.
Dijelaskannya, saat ini media promosi sudah beragam. Namun, dia memastikan bah-wa media cetak masih menjadi alat promosi yang paling efektif. Meskipun banyak platform media yang hadir.
“Prioritas kami tetap promosi di media cetak, khususnya Batam Pos. Apalagi, Batam Pos juga memiliki beragam platform media. Tentu ini memberi nilai lebih buat kami,” ujarnya.
Senada dikatakan Guntur.
Menurutnya, sektor properti harus bangkit. Pasalnya, multiplier effect yang ditimbulkan dari tersendatnya bisnis properti cukup besar.
Mulai dari bisnis otomotif, furnitur, dan bisnis turunannya yang lain. Untuk itulah, Batam Pos mengambil peran sebagai media yang proinvestasi.
“Artinya, semua hal yang menghambat investasi menjadi concern Batam Pos. Tujuannya bukan untuk mengorek atau mencari kesalahan,” jelas CEO batampos.co.id Group itu.
“Melainkan lebih pada memberikan kenyamanan dalam berusaha. Kebijakan keredaksian kami adalah mendorong investasi terus tumbuh di Batam, sehingga ekonomi Batam makin kuat, kokoh, dan tangguh,” tegasnya lagi.
Diutarakannya, Batam Pos memiliki berbagai macam platform untuk promosi usaha dan bisnis.
Mulai dari media cetak, media online, media sosial, hingga media luar ruang seperti videotrone maupun billboard.
“Semua dirangkum dalam program bertajuk One Stop Service yang bertujuan untuk memudahkan klien dalam berpromosi,” tutupnya.(jpg)
