Jumat, 10 April 2026

RSBP Kolaborasi dengan NTU Hospital Berkat IBA

Berita Terkait

batampos.co.id International Business Association (IBA) sebagai asosiasi non profit yang menjembatani para investor internasional dengan para pelaku usaha di Indonesia khususnya Batam, sukses membawa dampak pada perannya tersebut.

Dalam hal ini, IBA berhasil mempertemukan pihak Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dengan National Taiwan University (NTU) Hospital melalui tim Healthy Asia asal Taiwan, yang berujung dengan jalinan kerja sama.

Chairman IBA, Shan Shan, mengatakan, IBA yang hadir sejak Oktober 2018 lalu di Batam, menjadi asosiasi bertaraf internasional yang mendorong dan meningkatkan hubungan kerja sama para pelaku usaha dan industri lokal, dengan komunitas internasional di berbagai negara khususnya Asean.

Kerja sama itu dapat melalui berbagai sektor terutama dalam industri kreatif, yang nantinya dapat membantu meningkatkan perekonomian negara.

”Saat ini kami masih berpusat di Kepri, yang selanjutnya akan berkembang di seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Shan Shan saat menghadirkan kembali kedua pihak (RSBP Batam dan NTU Hospital) di Kantor IBA, Senin (11/11/2019).

Ia menjelaskan, pertemuan RSBP Batam dan NTU Hospital kali ini merupakan keberlanjutan hubungan keduanya atas jawaban dari kunjungan tim Healthy Asia ke Batam yang dibawa IBA, Rabu (8/5/2019) lalu.

Foto bersama tim IBA, pihak RSBP Batam, NTU Hospital, dan Healty Asia asal Taiwan dalam pertemuan media di Kantor IBA, Senin (11/11/2019). Foto: Febby Aanggieta Pratiwi/batampos.co.id

Dimana saat itu tim Healthy Asia melakukan peninjauan ke RSBP dan menghubungkan kepada NTU Hospital hingga menyatakan ketertarikan untuk melakukan kerja sama.

Perwakilan dari tim Healthy Asia, Chia-Yu Chu, yang datang bersama Vice Superintendent NTU Hospital, Yao-Hsu Yang, menyebutkan, kerja sama yang dilakukan untuk di tahap awal adalah pertukaran SDM di bidang perawat.

Healty Asia akan secara signifikan mendukung pelatihan profesional, pendidikan bioetika, dan manajemen kesehatan kepada SDM di RSBP Batam melalui tenaga ahli kesehatan yang kami miliki (NTU Hospital),” ujar Chia.

Menurutnya, pendidikan profesional terhadap perawat merupakan fondasi untuk pengembangan rumah sakit yang berkualitas.

”Kami konsen terhadap pendidikan kedokteran khususnya SDM, guna memenuhi kebutuhan layanan medis yang berkualitas,” terangnya.

Ditanggapi serupa oleh Direktur RSBP Sigit Riyarto. Dia mengatakan, RSBP Batam yang tengah mempersiapkan diri sebagai rumah sakit bertaraf internasional dan sebagai pusat rujukan (unggulan) di Kepri, membutuhkan keberadaan SDM yang profesional itu.

RSBP Batam dipandang pihak Taiwan, memiliki potensi besar mencapai tujuan tersebut.

”RSBP sudah memiliki peralatan dan fasilitas yang menunjang untuk sebagai rumah sakit internasional,” ujarnya.

“Namun jika tidak diimbangi dengan SDM yang berkualitas, maka akan sia-sia. Mempersiapkan SDM yang profesional adalah kebutuhan utama kami saat ini guna mencapai tujuan menjadi rumah sakit internasional 2021 nanti,” ungkap Sigit lagi.

Disebutkannya, kerja sama akan dimulai dengan mengirimkan empat perawat untuk memperoleh pendidikan selama satu bulan di NTU Hospital, awal 2020 mendatang.

”Selanjutnya, perawat NTU Hospital juga hadir di RSBP untuk saling berbagi ilmu,” katanya.

“Semoga terus berlajut hingga pengembangan SDM yang diharapkan tercapai maksimal,” tuturnya lagi.

Ia juga mengaku, sangat berterima kasih kepada IBA yang telah mempertemukan pihaknya dengan Healthy Asia.

”Kami tahu bahwa IBA memiliki jaringan yang luas dalam mengembangkan peluang kolaborasi memajukan perkembangan medis di Indonesia khususnya Batam,” jelasnya.

“Diharapkan, RSBP bisa menjadi prioritas IBA untuk kembali menambah kolaborasi internasional itu,” ucap Sigit lagi.(leo/nji)

Update