batampos.co.id – Ratusan pedagang Pasar Induk Jodoh membongkar paksa pagar yang berdiri di atas lahan 0,57 hektar. Lahan tersebut tepat berada di samping bangunan Pasar Induk Jodoh.
Efeknya pedagang Pasar Induk Jodoh nyaris bentrok dengan personel Satpol PP. Pembongkaran pagar dilakukan pedagang berdasarkan perjanjian antara Pemko Batam melalui Kadisprindag Kota Batam, Gustian Riau bersama ratusan pedagang pasar induk saat RDP di DPRD Batam.
“Saat itu, telah disepakati bahwa Pemko Batam akan membuka pagar pada lahan seluas 0,57 hektar yang berlokasi tepat di samping Pasar Induk Jodoh,” kata kordinator pedagang, Agung di pasar induk jodoh, Jumat (22/11/2019).
“Dimana lahan tersebut belum dihibahkan dari BP Batam ke Pemko Batam. Namun sampai semalam tidak juga di bongkar mereka, jadi kami bongkar sendiri,” kata dia lagi.

Ia menjelaskan, lokasi sementara tersebut diperuntukan untuk para pedagang yang terdampak penggusuran agar dapat kembali menjalani aktivitasnya hingga Pasar Induk Jodoh selesai direvitalisasi.
“Tapi tadi sekitar Pukul 08.00 WIB, ada puluhan preman dan ratusan personel Satpol PP untuk membersihkan para pedagang yang berjualan di atas lahan seluas 0,57 hektar ini. Hampir terjadi gejolak, tapi Satpol PP dan preman mundur,” katanya lagi.
Menanggapi hal tersebut, Agung dan ratusan pedagang Pasar Induk Jodoh tegaskan akan tetap bersikukuh merebut haknya kembali agar dapat kembali beraktivitas.
“Kalau soal mengganggu jalan, kami bisa mengatur supaya mereka berdagang dan tidak mengganggu jalan,” tegasnya.
Diwaktu bersamaan, Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan, pihaknya menurunkan 250 personil untuk membersihkan aktivitas para pedagang.
Kata dia, hal itu dilakukan berdasarkan permintaan pendampingan dari Disprindag Kota Batam.
“Tapi karena ada penolakan, kami mundur dan akan kembali turun setelah RDP lanjutan berlangsung,”tegasnya.(zis)
