batampos.co.id – Pemberhentian dua siswa sebagai siswa di SMPN 21 Kota Batam karena tidak mau menghormati bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia mendapat perhatian banyak pihak.
Pihak Kepolisian, TNI hingga anggota DPRD silih berganti mendatangi sekolah yang berada di kelurahan Seilangkai, Sagulung itu sepanjang, Selasa (27/11).
Kedatangan tamu-tamu dari instansi pemerintah itu untuk mengetahui lebih dalam terkait
dua siswa yang menolak menghormati bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.
“Masih banyak tamu bapak (Kepsek Poniman). Ada dari kepolisian, TNI dan anggota Dewan. Mungkin masalah dua siswa itu,” ujar seorang guru kepada wartawan di depan sekolah.
Meskipun tidak bisa menjumpai kepala sekolah, informasi yang berkembang di lingkungan sekolah, dua siswa yang bermasalah itu kini tak lagi masuk sekolah. Keduanya telah resmi dikeluarkan karena persoalan tersebut.
Baca Juga: Dua Siswa SMP di Sagulung Dikeluarkan Pihak Sekolah, Penyebabnya…..
“Iya tak masuk lagi. Kan sudah dikeluarkan, kemarin (Senin 26/11),” kata sumber guru lainnya.
Sejumlah siswa, yang tak lain adalah rekan-rekan dua siswa yang dikeluarkan tadi mengakui adanya persoalan tersebut.

Dua siswa yang dirahasiakan identitasnya ini memang tak pernah mau menghormati bendera ataupun menyanyikan lagu kebangsaan saat apel bendera di sekolah.
Bahkan di ruangan belajarpun mereka enggan menyanyikan lagu kebangsaan jika disuruh oleh guru mereka.
Baca Juga: Belasan Siswa Diboyong ke Kantor Camat, Penyebabnya…
“Sejak awal masuk sekolah. Tak mau memang mereka hormat bendera ataupun nyangi lagu kebangsaan. Katanya tak boleh dalam kepercayaan mereka,” ujar seorang siswi kelas IX.
Kedua siswa itu juga sudah sering kali ditegur dan diperingati para guru dan kepala sekolah. Namun mereka tetap tak mau gubris. Mereka lebih berpegang teguh pada prinsip keyakinan yang mereka anuti.
“Ya kadang jengkel juga karena inikan lagu kebangsaan dan juga bendera merah putih. Tapi itu tadi, orangnya cuek saja mereka,” kata sumber siswi itu lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua siswa SMP 21 di Sagulung dikeluarkan dari sekolah. Penyebabnya mereka tidak mau menghormati bendera dan menyanyikan lagi kebangsaan di sekolah dengan alasan keyakinan yang dianuti.(eja)
