Jumat, 1 Mei 2026

Perusahaan Korea Niat Kembangkan Nikel, Jadikan Indonesia sebagai Pembuat Baterai Terbesar di Dunia

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perusahaan Korea Selatan berniat mengembangkan nikel di Indonesia.

“Terutama nikel untuk dijadikan sebagai produsen baterai terbesar di dunia,” ujar Bahlil.

jawapos.com memberitakan hal ini. Sayang tidak disebut perusahaan mana yang ingin mengembangkan nikel di tanah air.

Bahlil menuturkan ada tiga perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) siap menanamkan sekitar USD 8,8 miliar atau Rp 123,2 triliun (kurs 14.000) di Indonesia, pada tahun depan.

Ketiga korporasi kakap tersebut yakni Hyundai, Lotte Corporation, serta Posco.

Bahlil Lahadalia memaparkan, Hyundai akan menanamkan investasi sekitar USD 1,5-1,6 miliar, terbagi dalam dua tahap.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Antara Photo)

Sementara Lotte akan merealisasikan investasi sektiar USD 3,5-4,2 miliar.

“Lalu Posco juga akan meningatkan investasinya, bekerja sama dengan PT Krakatau Steel kurang lebih USD 2,9-3 miliar dolar AS,” ucap Bahlil dilansir dari Antara, Selasa (26/11).

Dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan ke Korsel, diselenggarakan acara Launch Meeting antara Presiden dan 10 CEO perusahaan besar Korsel, Senin (25/11). Kesepuluh korporasi tersebut yakni

  1. Lotte
  2. Posco
  3. Hankook Technology Group
  4. SK E&C
  5. CJ Group
  6. LG Chem
  7. GS Global
  8. Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering
  9. Doosan Corporation
  10. The Korea Exim Bank (Kexim).

Bahlil mengatakan perusahaan-perusahaan ini telah beroperasi di Indonesia. Namun, mereka akan meningkatkan investasinya di Indonesia.

Kunjungan kerja pemerintah ke Korsel kali ini tak lain bertujuan meningkatkan investasi yagn sudah ada di Indonesia. Selain itu juga membahas potensi dalam pengelolaan sumber daya alam.

. (*)

Update