batampos.co.id – Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, mengatakan, dua siswa SMPN 21 Batam yang dikeluarkan dari sekolahnya, akan kembali mengenyam pendidikan di Kelompok Belajar (Kejar) Paket B di bawah pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.
Dua orang siswa tersebut akhirnya dikeluarkan dari sekolah setelah dimediasi berbagai pihak, akibat tidak mau hormat bendera merah putih, mengucapkan Pancasila, serta tidak bisa mengikuti pelajaran pendidikan agama Kristen.
”Makanya diambil jalan tengah, mereka mengikuti Kejar Paket B saja. Tidak ada upacara bendera di sana,” kata Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, Selasa (26/11/2019).
Menurut Erry, sesuai penuturan yang disampaikan padanya, kedua anak itu masuk dalam aliran atau sekte Yehuwa dan tidak mempercayai agama Kristen yang ada.
Padahal, kedua anak ini sempat diarahkan untuk bisa belajar agama Kristen.
”Merekanya tidak mau, makanya saat pertemuan diadakan Senin (25/11/2019) lalu itu melibatkan pembina agama Kristen juga dan berbagai instansi,” ucapnya.

Erry mengatakan, kedua anak tersebut bukan saudara kandung. Tapi, hanya berada dalam satu komunitas yang sama.
”Dulunya ada empat orang yang tergabung dalam sekte tersebut. Tapi yang bertahan dua anak ini,” ungkapnya.
Keduanya, kata Erry, terindikasi secara kasat mata. Sehingga, langkah tegas diambil pihak sekolah, setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi.
Erry mengatakan, dalam Undang-Undang Perlindu-ngan Anak, ada kewajiban yang harus dilakukan si anak.
Salah satunya mencintai Tanah Air, caranya melakukan hormat bendera saat upacara.
”Melafalkan Pancasila. Tapi mereka ini tidak mau melakukan hal tersebut. Kami sudah melakukan berbagai pendekatan, agar dipatuhi hal tersebut. Tapi mereka kukuh tidak mau melaksanakannya,” ujarnya.
Erry menuturkan, walaupun si anak kukuh dengan pendiriannya, tapi KPPAD tidak ingin hak-hak anak direnggut.
”Makanya opsinya itu ya tadi, mereka masuk kejar Paket B,” ucapnya.
Sepengetahuan Erry, sekte yang dianut kedua anak ini memiliki pengikut yang cukup banyak. Se-Batam saja, katanya, ada 200 orang anak, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
”Tapi yang kelihatan mencolok, kedua anak ini saja,” pungkasnya.(ska)
