Jumat, 3 April 2026

Motor Hilang Selama Setahun, Ketemu Langsung Dicium

Berita Terkait

batampos.co.id – Pengungkapan jaringan sepeda motor antar provinsi oleh jajaran Polsek Batuaji, menjadi angin segar bagi puluhan korban.

Mereka berbondong-bondong ke Polsek Batuaji untuk mencari apakah di antara 22 unit sepeda motor curian tersebut ada milik mereka.

Korban pencurian sepeda motor ini berbondong-bondong ke Mapolsek Batuaji sejak Selasa (26/11/2019) lalu.

Ada yang beruntung dan ada yang pulang dengan kecewa. Mereka yang beruntung bahkan sempat menangis terharu. Sebab setahun menghilang, sepeda motornya akhirnya diketemukan.

“Dua orang yang sampai menangis dan cium motor mereka. Sudah mau setahun hilang akhirnya ketemu kembali,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thio.

Mereka yang beruntung dan mampu menunjukan surat-surat kendaraan yang sah, diperbolehkan untuk menggunakan sepeda motornya, dengan sistem pinjam pakai.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan, 22 unit sepeda motor tersebut masih akan dipergunakan sebagai barang bukti dalam persidangan.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, saat melihat barang bukti sepeda motor curian yang dijual ke Moro, Karimun dan Indragiri Hilir, Riau. Foto: Eja/batampos.co.iduranmor

“Nanti kalau sidang kita minta lagi. Setelah itu baru boleh ambil selamanya,” ujar Dalimunthe.

Pantauan selama dua hari terakhir ini, ada puluhan korban curanmon yang berdatangan ke Mapolsek Batuaji.

Kebanyakan dari mereka harus pulang dengan kecewa sebab sepeda motor yang dicari tak ada.

Baca Juga: Puluhan Motor Curian di Batam Dijual ke Moro dan Indragiri Hilir

Lisna seorang korban menceritakan kisah piluh terkait lenyapnya sepeda motor Honda Beatnya enam bulan yang lalu.

Sepeda motor ibu satu anak yang masih dalam proses kredit itu lenyap saat dia melintas di jalan depan rumah Rumah Sakit Awal Bross.

Dia diperdaya oleh seorang pria yang berpura-pura nanya alamat. Pria tersebut mempengaruhi pikiran Lisna sehingga Lisna dengan mudah menyerahkan kunci kontak sepeda motor kepadanya.

Sepeda motornya lenyap dalam sekejap dan lebih parah lagi di dalam jok sepeda motor ada dompet yang berisikan sejumlah uang dan STNK kendaraan tersebut.

Diapun sudah melapor ke Mapolsek Lubukbaja, namun persoalan belum selesai. Salah satu jasa finansial pembelian sepeda motor yang dipergunakannya menuntut Lisna tetap membayar cicilan perbulannya.

“Apes betul saya mas. Motor hilang tapi tiap bulan harus bayar cicilan. Saya sudah komplain ke pihak (jasa Finansial) tapi kata mereka itu kelalaian saya. Saya seperti dihipnotis pak. Siapalah yang mau masih motornya ke orang tak dikenal,” cerita Lisna.

Berbeda dengan Arnold, warga Batuaji yang kehilangan sepeda motor saat parkir depan rumah.

Sepeda motornya digondol maling saat dia tinggalkan sepeda motornya sebentar saja di depan rumah.

“Tak lama, saya cuman masuk makan siang. Keluar sudah tak ada,” ujarnya.

Menanggapi itu, Dalimumthe kembali mengingat masyarakat untuk lebih waspada lagi kedepannya, sebab pelaku curanmor ini menggunakan berbagai macam cara dan akal untuk mencuri sepeda motor.

“Kuncinya pada kehati-hatian kita saja. Perhatikan keamanan sepeda motor saat parkir dan tidak mudah percaya sama orang yang tak dikenal,” ujarnya.(eja)

Update