batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam berencana membangun jalur pelintas air berukuran besar di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam 2020 mendatang. Jalur pelintas air ini untuk mengatasi persoalan banjir di Kelurahaan Buliang dan Bukit Tempayan, Batuaji.
Lokasi drainase yang akan dibenahi ini adalah drainase induk yang menampung aliran air dari berbagai permukiman warga di Batuaji. Pelintas air ini nantinya akan tembus ke Perumahan Sierra dan Masyeba. Sebelumnya, BMDSDA sudah melakukan pelebaran alur drainase yang menyerupai kolam buatan di depan Perumahan Sierra.
Kepala BMSDA Kota Batam Yumasnur mengatakan, rencana pembenahan drainase ini sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
”Nanti tahun depan 2020 jalan utama akan dipotong dan akan dipasang box culvert, hingga ke Perumahan Siera,” ujarnya, Jumat (13/12/2019).
Mengenai jumlah kucuran anggaran untuk proyek drainase itu, Yumasnur enggan memberitahu. Namun, ia memastikan alokasi pembenahan tersebut sudah dianggarkan dan dijadwalkan pada pelaksanaan 2020.

foto: batampos.co.id / dalil harahap
Camat Batuaji Ridwan menyambut baik rencana tersebut. Drainase induk di lokasi yang akan dikerjakan itu memang bermasalah selama ini sebab terlalu kecil.
”Debit air tinggi, sehingga perlu evaluasi untuk ukuran yang sesuai. Dan ini memang sudah seharusnya ada di sana,” kata Ridwan.
Ia juga mengimbau kepada semua warga untuk membantu Pemko Batam dalam mengatasi banjir. Salah satunya dengan tak membuang sampah ke saluran air atau drainase di pinggir jalan raya.
Mardi, warga Perumahan Sierra, mengaku senang de-ngan rencana pembangunan pelintas air tersebut.
“Mudah-mudahan dengan pelintas air itu, daerah kami tidak banjir lagi,” katanya.
Menurutnya, selama ini jika hujan deras beberapa perumahan di dekat RSUD Embung Fatimah. Terakhir beberapa bulan lalu, hampir semua rumah di Perumahan Sierra tergenang air.
“Kami juga berharap draina-se yang ada di sekitar Batuaji ini, khusus di pinggr jalan raya untuk dinormalisasi secara berkala. Sekarang saja sudah banyak eceng gondoknya,” harapnya. (eja)
