batampos.co.id – Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam akan memulai proyek peningkatan infrastruktur Kampung Tua Tanjungriau awal tahun 2020.
Kepala Disperkimtan, Eryudi, mengatakan, setelah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED), pengerjaan akan segera dimulai tahun depan.
Penataan Kampung Tua Tanjungriau ini merupakan bantuan dari Kementerian PUPR melalui program Kotaku Tanpa Kumuh (Kotaku).
”Alhamdulillah usulan kami disetujui. Kalau tidak salah aggarannya mencapai Rp 35,485 miliar dari APBN dengan luas wilayah mencapai 19 hektare,” kata dia, Senin (16/12/2019).
Ia menjelaskan, penataan kampung tua ini akan menjadi kawasan pariwisata berbasis budaya dan kuliner.
Selama ini, lanjutnya, kuliner di Tanjungriau sudah ada dan cukup banyak peminatnya.

Untuk menunjang menjadi kawasan wisata, perlu ada penataan, pembangunan infrastruktur yang memadai, agar layak dikunjungi wisatawan.
Menurutnya, penataan kampung tua tersebut merupakan salah satu program prioritas yang diusulkan Pemko Batam ke pusat. Sesuai dengan tujuan Batam menjadi kota wisata.
”Nanti setelah ditata, kampung tua akan menjadi lebih baik dari segi infrastuktur, bangunan, saluran air dan lainnya termasuk usaha kuliner mereka yang selama ini sudah terkenal,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga akan membatasi pembangunan rumah panggung menuju laut. Hal ini salah satu menata rumah warga yang ada di sana.
”Jadi, jangan ada lagi rumah menuju laut yang dibangun. Biar lebih rapi dan tertata,” imbuhnya.
Pembatasan pembangunan rumah panggung ini juga mendukung pemandangan saat jalan lingkar sudah berdiri nanti.
Pembangunan jalan lingkar nantinya juga akan menarik wisatawan untuk berkunjung.
”Akses itu yang penting. Biar kalau wisatawan datang mereka mudah mengelilingi kampung tua dan menikmati pemandangan di jalan lingkar,” lanjutnya.
Intinya, kata pria yang akrab disapa Yudhi ini, ada sembilan kegiatan yang akan dilakukan di Kampung Tua Tanjungriau.
Yaitu, pembangunan jalan lingkar, sanitasi, penyediaan fasilitas pemadam kebakaran, jalan permukiman, drainase, penataan ruang terbuka hijau, pembangunan tempat pengo-lahan sampah terpadu, pembangunan usaha kecil menengah, hingga memperindah kampung tua tersebut.
”Nanti ada spot-spot untuk wisatawan,” imbuhnya.
Menurutnya, seluruh Kampung Tua akan diusulkan untuk mendapatkan kucuran dana untuk ditata lebih baik ke depannya.
Hal ini agar kota Batam lebih baik terutama pengelolaan tata kotanya.
” Selesai Tanjungriau nanti kami coba lagi usulkan kampung lainnya,” tutupnya.
(yui)
