batampos.co.id – PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) Batam di Tanjunguncang meluncurkan dua kapal negara milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Dua kapal dengan nama KN SAR Wisnu 103 dan KN SAR Kamajaya 104 ini memiliki panjang 68 meter dan dikerjakan sejak tahun 2018 lalu.
Peluncuran dilakukan oleh manajemen PT KAS yang disaksikan langsung Kepala Basarnas, Bagus Puruhito dan jajarannya di lokasi galangan PT KAS, Selasa (17/12/2019).
Bagus Puruhito, mengatakan, dua kapal yang dibangun oleh PT KAS merupakan tipe kapal penyelamat milik Basarnas terbesar saat ini.
Kapal-kapal ini nantinya akan memperkuat armada kapal penyelamat Basarnas lainnya guna memaksimalkan layanan penyelamatan di wilayah perairan.
“Mungkin akan ditempatkan di wilayah Jakarta, Balikpapan atau Makasar,” jelasnya.
“Nanti (penempatan) kami diskusikan lagi. Intinya dua kapal ini siap untuk mendukung kinerja kerja Basarnas sebagai tim SAR,” ujar Bagus lagi.
Dua kapal ini dibangun dengan spesifikasi yang cukup modern dan canggih sebagai kapal penyelamat.

Kapal dengan panjang 68 meter dan lebar 12 meter ini terbuat plat metal yang memiliki memampuan manuver yang mumpuni.
Kecepatan maksimal mencapai 16 knot dan mampu menjelajahi laut bergelombang.
“Selain ukuran terbesar dari semua armada kapal kami yang ada, kapal ini memiliki keunggulan teknis dan nonteknis yang mumpuni. Ada alat ROV (deteksi benda dalam laut) dan biosonas yang canggih,” ujarnya.
Kesuksesan PT KAS menyelesaikan dua unit kapal penyelamatan ini kata Bagus, merupakan kebanggan tersendiri bagi industri galangan kapal di tanah air.
Kapal yang canggih ternyata bisa dibangun sendiri oleh anak bangsa.
“Ini suatu kebangaan buat kami. Kami akan selaku semangat menjalan tugas penyelamatan kami karena dibantu oleh armada kapal yang dibangun oleh tangan-tangan anak bangsa kita sendiri,” kata Bagus.
Basarnas RI, kata Bagus, telah memiliki 70 unit kapal penyelamat termasuk dua unit kapal yang baru selesai dibangun PT KAS ini.
Jumlah armada kapal ini belum ideal sehingga masih membutuhkan banyak kapal penyelamat tambahan lain.
“Kalau ideal sih belum. Masih banyak kekurangan karena SAR saja ada 38 se Indonesia. Kita akan terus lengkapi secara bertahap,” ujarnya
Direktur PT KAS, Jacky Sucipto, menjelaskan, telah menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan pihak Basarnas dengan baik.
Dua kapal penyelamat telah dibangun sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dengan mengedepankan mutu dan kualitas.
Kapal-kapal tersebut dikerjakan selama setahun dan kini siap diserah terimakan.
“Kami berterimakasih atas kepercayaan pihak Basarnas. Dua kapal ini sudah dikerjakan dengan baik semampu kami. Semoga kedepan kepercayaan dan kerjasama ini tetap berlanjut,” ujar Jacky.(eja)
