batampos.co.id – Tahapan pengembangan Bandar Udara Hang Nadim terus berlanjut. Kali ini, tahapannya sudah sampai pada tahapan penjelasan mengenai adendum request for proposal (RFP) kepada sembilan peserta yang akan mengikuti lelang pengembangan bandara internasional tersebut.
Sembilan peserta terdiri dari empat konsorsium dan lima perusahaan.
Empat konsorsium antara lain:
- Konsorsium PT Nusantara Infrastruktur Tbk. Zurich International Airport, PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk dan Mitsui & Co.
- Konsorsium PT Angkasa Pura II (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Egis Project S.A. dan Engie South East Asia Pte Ltd (Konsorsium Batam).
- Konsorsium GMR Infrastructure Limited – PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan PT Cardig Aero Services Tbk.
- Konsorsium Delta Bekal dengan Bina Puri.
Sedangkan lima perusahaan peserta yakni:
- PT Angkasa Pura I (Persero).
- Vinci Airports.
- ADP International.
- Incheon International Airport Corporation.
- AviAlliance GmbH.
Ketua panitia pengadaan kerja sama pemerintah dan badan pengusahaan (KPBU) Hang Nadim, Fesly Paranoan, mengatakan, pertemuan yang dilakukan di Gedung Marketing Center BP Batam juga membahas mengenai perjanjian proyek KPBU Hang Nadim.
”Ada perubahan-perubahan secara rinci pada RFP dan perjanjian serta perubahan jadwal pada proses pengadaan proyek ini,” ungkapnya usai acara, Kamis (16/1/2020).

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari proses tender lelang. Dan saat ini sudah sampai ke tahapan Aanwijzing kedua.
Sebelumnya kata dia, tahap Aanwijzing pertama sudah berlangsung dan agendanya adalah tanya jawab seputar lelang KPBU ini.
Selain itu, panitia juga mengakomodir masukan-masukan dari peserta tender terhadap rancangan RFP dokumen dan dokumen rancangan perjanjian.
“Setelah memberikan masukan-masukannya, beberapa di antaranya direview, baru bisa kita akomodir,” kata Fesly.
Fesly juga menjelaskan dalam kegiatan ini juga, panitia mempertegas lagi bagian mana yang sudah diakomodir dan bagian ana yang bisa disesuaikan, khususnya terkait jadwal.
Terkait dengan konsorsium, Panitia masih memberikan waktu kepada yang hadir untuk membentuk konsorsium-konsorsium lagi jika ada perubahan.
“Selanjutnya, kita masih memberikan kesempatan lagi kepada mereka jika setelah kegiatan ini masih ada yang ingin disampaikan dan diusulkan,” kata dia.
“Nantinya bisa kita pertimbangkan dan direview, jika memungkinkan untuk diakomodir lagi di rancangan proposal dan rancangan kerja samanya. Berikutnya kita akan undang kembali untuk aanwijzing tahap berikutnya,” ujar Fesly lagi.
Diperkirakan jadwal penetapan akan berlangsung pada bulan April 2020 dengan proses penandatanganan bulan Juni 2020.
Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan terkait addendum penjaminan pada RFP yang disampaikan oleh SVP Underwriting Penjaminan I, Susetyo Kuncahyono dan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab.(leo/*)
