Minggu, 1 Februari 2026

Inggris Resmi Keluar dari Uni Eropa

Berita Terkait

batampos.co.id – Hari ini Inggris tidak lagi bergabung dalam Uni Eropa. Beberapa politikus merasa melankolis menjalani hari-hari terakhir. Namun, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah tak sabar menikmati keuntungan Brexit.

Suasana pilu itu mewarnai perpisahan Inggris dengan Uni Eropa. Atmosfer haru tersebut terasa saat sidang parlemen Eropa di Brussel Rabu lalu. Sidang terakhir yang dihadiri anggota parlemen dari Inggris.

Dalam sidang itu, legislator diberi tugas untuk meratifikasi kesepakatan Brexit pada sidang parlemen terakhir yang dihadiri Inggris, Rabu (29/1). Tak ada debat yang panas dalam sidang tersebut. Kesepakatan itu lolos dengan hasil 621 dukungan versus 49 penolakan.

Tak lama, Presiden Dewan Eropa David Sassoli langsung mengesahkan hasil tersebut. Semua MEP sontak berdiri bergande-ngan tangan, lalu menyanyikan Auld Lang Syne. Lagu tradisional Skotlandia itu biasa digunakan sebagai lagu perpisahan di Inggris atau Eropa. ”Anda akan meninggalkan Uni Eropa, tapi Anda akan selalu menjadi bagian dari Eropa,” ungkap Sassoli menurut BBC.

Politikus asal Green Party, Inggris, berdiri dan berbicara. Dia menyesal kehilangan rekan kerjanya di Eropa. Dia masih menyimpan mimpi untuk kembali ke kursi parlemen Eropa suatu hari nanti. ”Saya tahu ini bukan waktu yang tempat untuk kampanye bergabung kembali. Tapi, mimpi masih harus dijaga,” ungkapnya.

Berbeda dengan suasana parlemen, Johnson terus memperlihatkan ambisinya. Kemarin (30/1) dia menjamu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Pertemuannya itu membuktikan niat kuat Inggris merayu sekutu di NATO. Pekan lalu Pompeo merajuk. Dia tak setuju dengan keputusan Inggris untuk menggunakan teknologi 5G dari Huawei. Diplomat berusia 56 tahun tersebut sudah lama menjadi sosok yang paling vokal melawan ekspansi global raksasa telekomunikasi Tiongkok itu.

”Saya harap Inggris mempertimbangkan kembali keputusannya. Kami harus memastikan informasi AS tak melewati jalur yang berbahaya,” ungkap Pompeo.

Kini Johnson harus merayu orang kepercayaan Presiden AS Donald Trump tersebut. Dia harus segera menenangkan Pompeo sebelum Jumat (31/1) pukul 23.00 GMT. Dengan begitu, Inggris bisa langsung berbicara dengan AS soal kesepaka-tan perdagangan.

”Ini adalah momen luar biasa untuk bangsa. Momen penuh harapan dan kesem-patan,” ungkap Johnson seperti dilansir Agence France-Presse. (len/c18/ayi)

 

Update