batampos.co.id – Merebaknya kasus virus corona atau flu Wuhan, akhirnya berdampak pada arus penumpang di berbagai pelabuhan di Batam. Bahkan, saat akhir pekan, jumlah penumpang tak seramai pada pekan-pekan sebelumnya.
Seperti yang terjadi di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.
Saat akhir pekan kemarin, jumlah penumpang pun turun hingga 1.000 orang.
Manajer Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, membenarkan penurunan arus penumpang yang lewat pelabuhan tersebut. Hal itu jelas terlihat pada arus kedatangan maupun keberangkatan.
”Dampak virus corona jelas ada. Jumlah penumpang kami menurun. Dari biasanya pada hari Minggu sampai 6.000 lebih penumpang, namun kemarin hanya 5.000-an. Kira-kira turunnya 1.000 penumpang,” ujar Nika kepada wartawan, Senin (3/2/2020).
Dampak penurunan arus penumpang diperkirakan karena peringatan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menghentikan kedatangan turis Tiongkok untuk sementara waktu. Peringatan itu juga diberlakukan negara Singapura.
”Biasanya wisman (wisatawan mancanegara) yang datang ke Batam itu kebanyakan dari Singapura, baik Tiongkok, Korea dan lainnya. Apalagi, Batam menjadi kota tujuan wisata nomor 2 di Indonesia. Jadi, ada larangan itu pastinya berpengaruh.”
Merebaknya virus corona membuat pihaknya lebih antisipatif terhadap aspek kese-hatan. Seluruh petugas yang berjaga diminta untuk menge-nakan masker. Tak hanya masker, pihaknya juga menyediakan pencuci tangan praktis di sejumlah tempat, baik di kedatangan maupun keberangkatan.
”Penumpang yang ingin mendapatkan masker bisa langsung ke bagian informasi. Masker diberikan secara cuma-cuma. Kita mengantisipasi agar tak terjadi hal yang tak diinginkan,” jelas Nika.
Di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center pada Senin (3/2) siang, terlihat sepi. Sejumlah penumpang juga tampak menggunakan masker.
Hal yang sama juga terlihat di ruang kedatangan penumpang di Sekupang Ferry Terminal (SFT), Senin (3/2/2020).
Kepala Pos Syahbandar SFT, P. Samosir, mengatakan, kondisi sepi ini sudah berangsung sejak libur akhir pekan lalu. Jumlah angka kedatangan menurun jika dibandingkan waktu yang sama sebelumnya.
”Kalau Senin sepi wajar, sebab biasanya, cuma yang urusan bisnis yang masuk dan berangkat. Namun, minggu ini lumayan sepi yang masuk, termasuk saat weekend,” jelasnya.
Berdasarkan data manifes penumpang kapal tanggal 1 Februari, jumlah penumpang yang turun hanya 1.689 orang. Selanjutnya, tanggal 2 Januari turun menjadi 1.175 orang.
Menurutnya, sebelum virus corona muncul, setiap libur akhir pekan jumlah penumpang yang masuk mencapai 2.500 penumpang.
”Lumayan juga turunnya. Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama dan bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Pengelola SFT, Jumarly, me-ngakui ada penurunan penum-pang yang masuk. Hal ini karena pengaruh virus corona yang belum juga mereda.
”Mungkin ada imbauan dari pemerintah mereka terkait kunjungan ke sini. Namun apapun itu, kami berharap kondisi ini cepat berlalu dan kunjungan bisa kembali naik,” terangnya.
Namun sebaliknya, untuk angka keberangkatan, berlangsung normal. Jumlah warga yang akan berangkat ke Singapura tetap sama de-ngan hari biasanya.
”Sepertinya tidak ada pengaruh untuk warga yang mau keluar. Jadi, keberangkatan tetap sama,” imbuhnya.
Namun begitu, pihaknya bersama pengelola dan petugas kesehatan tetap berjaga seperti hari biasanya. Sejauh ini, tidak ada kendala dan temuan mengenai gejala virus corona yang ditemukan di SFT.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam memprediksi, terjadi penurunan terhadap angka kunjungan wisatawan asing bulan ini, pasca merebaknya virus corona.
”Angkanya itu nanti dari BPS (Badan Pusat Statistik). Tapi fluktuatif (naik-turun) mungkin ada dampak dari beredarnya virus corona ini,” kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Sabtu (1/2).
Menurutnya, dengan ditutupnya pintu masuk bagi turis Tiongkok oleh Singapura, pasti berdampak juga terhadap angka kunjungan ke Batam. Selama ini, turis Tiongkok yang berkunjung ke Batam banyak melalui Singapura.
”Kalau prediksi mengenai turunnya kunjungan itu ada. Namun, belum tahu pasti. Sebab wisman kita masih didominasi mereka yang memiliki paspor Singapura dan Malaysia,” terangnya. (she)
