batampos.co.id – Kementerian Kesehatan dan Otoritas Karantina Singapura mendeteksi enam orang warga negara Indonesia (WNI) asal Tanjungpinang sebagai suspect virus corona. Keenam WNI ini meninggalkan Singapura menuju Indonesia melalui pelabuhan Harbour Bay, Batam pada 30 Januari lalu.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kepri, Kombes Muhammad Haris, mengatakan keenam WNI ini sudah menjalani pemeriksaan dan investigasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan dokter dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang.
“Sudah dilakukan pemeriksaan dengan alat medis di sana (Tanjungpinang, red). Dan semuanya sehat,” tegas Haris, Minggu (9/2).
Haris menjelaskan, keenam WNI ini merupakan satu keluarga dan berasal dari Tanjungpinang. Sebelum dideteksi sebagai suspect virus corona, keluarga ini diketahui bepergian ke Singapura dan Malaysia.
“Awalnya dilakukan pemeriksaan tiga orang. Negatif. Kemudian tiganya menyusul ke rumah, dan sehat,” jelasnya.
Haris mengatakan, meski dinyatakan sehat, satu keluarga ini masih akan menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Tanjungpinang.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya sehat,” tegasnya lagi.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana. Dia mengatakan, saat ini enam orang pasien tersebut sudah diperiksa dan kondisinya dalam keadaan sehat.
“Saat ini sudah di rumahnya. Cuma kami sudah berikan arahan agar tidak keluar rumah dan tidak bersentuhan dengan orang lain,” kata Tjetjep, Minggu (9/2).
Dikatakan Tjetjep, jika keenam orang tersebut membutuhkan bantuan, maka dipersilakan melapor kepada petugas kesehatan, pihaknya akan membantu. “Tinggal lima hari lagi masa observasinya, maka jangan keluar rumah,” ujarnya.
Tjetjep mengatakan, isu-isu yang beredar di media sosial malah membuat kepanikan yang berlebihan di tengah masyarakat. Perlu diketahui bahwa petugas kesehatan sudah dikerahkan untuk menangani persoalan itu.
“Tidak ada masalah setelah dilakukan pemeriksaan, semua baik-baik saja,” tegasnya.
Ia juga berpesan ke masyarakat jangan memperlakukan orang yang diisukan tersebut secara tidak baik atau sampai disisihkan. Sebab penularan dapat terjadi melalui percikan batuk.
“Jangan terlalu berlebihan dalam menanggapi isu itu dan jangan panik. Kami punya petugas yang terlatih menangani itu,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, menjelaskan setelah pemerintah Indonesia mendapatkan pemberitahuan dari pemerintah Singapura tentang adanya beberapa WNI yang diduga pernah kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, sudah bertemu langsung dengan Wali Kota Tanjungpinang untuk membahas langkah-langkah pencegahan dan antisipasi.
“Tim Dinkes bersama KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) serta Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Kepri sudah turun bersama dan menelusuri nama-nama yang dimaksud dalam pemberitahuan untuk melakukan investigasi dan observasi,” kata Rustam saat dikonfirmasi Batam Pos, kemarin.
Dikatakan Rustam, mengingat nama-nama tersebut masuk ke Indonesia pada 30 Januari 2020, maka observasi kepada yang bersangkutan akan dilanjutkan sampai 13 Februari 2020. “Selama masa observasi dilakukan pemantauan suhu tubuh, tidak ada gejala batuk maupun sesak napas, semuanya dalam keadaan sehat,” terangnya.
Rustam juga menyampaikan, beberapa orang di antaranya akan dilakukan pengambilan sampel berupa usap tenggorokan untuk memastikan ada atau tidaknya virus corona pada orang yang bersangkutan.
(ska/she/eri)
