Kamis, 29 Januari 2026

Enam Warga Tanjungpinang Diperiksa 2 Kali Sehari

Berita Terkait

batampos.co.id – Meski dinyatakan sehat setelah melalui serangkan uji kesehatan, enam warga Tanjungpinang yang menjadi suspect corona setelah kontak dengan penderita di Singapura, terus diawasi dan dicek kesehatannya oleh tim yang ditugaskan pemerintah.

Bahkan dalam sehari, minimal dua kali menjalani pemeriksaan.

“Benar, kami cek kesehatannya dua kali sehari. Ini sesuai standar penanganan yang telah ada,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, Senin (10/2/2020).

Ia juga menegaskan, masa observasi untuk keenam warga Tanjungpinang ini sama dengan WNI dari Wuhan.

Yakni 14 hari terhitung 30 Januari 2020, saat kepulangan satu keluarga tersebut dari Singapura.

Masa observasinya akan berakhir 13 Februari 2020 mendatang. Ia menjelaskan, selain dilakukan pemeriksaan kesehatan dua kali sehari, tim medis juga akan melakukan usap (swab) tenggorokan yang hasilnya akan diketahui tiga hari ke depan.

“Hari ini (kemarin, red) diambil, kalau sempat sore dikirim, hasilnya akan keluar tiga hari lagi,” kata Rustam.

Selain itu, keenam suspect ini juga belum diperbolehkan melakukan kontak dengan warga lainnya, selain tim medis yang ditugaskan.

Pembatasan ini dilakukan, kata Rustam, sesuai standar World Health Organization (WHO) dan juga disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sejumlah TKA asal Tiongkok yang bekerja di PT TJK Power di Kabil menjalani pemeriksaan oleh tim Disnaker dan Dinkes Kota Batam, Senin (10/2/2020). Foto: Dokumentasi Disnaker Kota Batam

“Diimbau untuk tidak keluar rumah, termasuk tidak berinteraksi dengan orang lain,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Tanjungpinang agar tidak panik dan resah dengan keberadaan enam orang suspect tersebut.

Sebab, sejauh ini kondisinya sehat. Saat ini hanya menunggu masa observasi selesai.

“Beraktivitas seperti biasa karena tidak ada penderita virus corona yang terdeteksi di Tanjungpinang,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kedokteran dan Kesehatan Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris, membenarkan enam warga Tanjungpinang yang suspect corona menjalani pemeriksaan swab tenggorokan.

Sampelnya dicek pihak Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta.

“Pemeriksaan dilakukan hari ini (kemarin, red). Hasilnya kita tunggu selama dua hingga tiga hari ke depan. Pemeriksaan ini untuk memastikan lagi kesehatan mereka,” ujar Haris.

Ia juga menjelaskan swab tenggorokan ini merupakan teknik pemeriksaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi organisme yang dapat menyebabkan infeksi di tenggorokan.

“Tapi sejauh ini satu keluarga tersebut tidak ada keluhan. Mareka sehat-sehat saja. Sekarang mereka menjalani observasi di rumahnya,” katanya.

Haris juga meminta kepada seluruh masyarakat Kepri untuk tidak khwatir. Yang harus dilakukan adalah tetap menjaga kesehatan, menjaga pola hidup, dan pola makan.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Semuanya sehat,” tutupnya. (eri)

Update