batamps.co.id – Usep RS terpilih menjadi Ketua Umum KONI Kepri untuk masa jabatan 2020-2024. Dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Kepri yang digelar di Best Western Premier Panbil, Usep unggul jauh atas pesaingnya, Hotman Hutapea.
Usep berhasil meraup sebanyak 34 suara, sementara Hotman mendapat 15 suara. Ditetapkan sebagai ketua KONI terpilih, Usep merasa terharu dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya.
”Saya mengajak pada rekan-rekan semua untuk bersama-sama memajukan olahraga dan mengharumkan nama Provinsi Kepri. Terima kasih pada pengurus demisioner atas kerja kerasnya membina olahraga di Kepri,” ujar Usep.
Ia juga meminta dukungan dan kerja sama semua pemangku kepentingan pembinaan olahraga prestasi di Kepri. Di 2020 memberikan tantangan untuk bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga.
”Keterlibatan cabang olahraga (cabor) dan pemerintah sangat diperlukan. Mari bersama kita tingkatkan prestasi olahraga Kepri,” pinta Usep.
Bidang Organisasi KONI Pusat Andrie Tandiwan mengucapkan selamat pada Ketua KONI Kepri terpilih Usep RS. Menurutnya, tugas berat telah menanti di depan mata.
”Mohon pada ketua terpilih untuk bisa secepatnya menyusun kepengurusan.
Penyelenggaraan PON tinggal hitungan bulan, tentunya kontingen Kepri membutuhkan persiapan yang matang,” ujarnya.
Andrie melihat Musorprov Kepri keempat berjalan dengan lancar dan aman. Meski dalam pelaksanaannya dibumbuhi dinamika.
”Prestasi olahraga menjadi tujuan utama pembinaan. Selamat pada seluruh anggota KONI Kepri. Semoga keberhasilan menggelar Musorprov bisa berdampak positif pada raihan prestasi olahraga Kepri,” harapnya.
Sedangkan, Kadispora Kepri, Maifrizon, mengatakan hal senada. Tantangan yang harus dihadapi Ketua KONI terpilih Usep RS terbilang berat. ”PON sudah di depan mata, dan tentunya persiapan menjadi langkah awal dalam menyiapkan atlet,” ujarnya.
Karenanya, Maifrizon berharap agar Usep segera bisa menyusun kepengurusannya.

foto: batampos.co.id / ryan agung
”Setelah terbentuk, tentunya pengurus KONI Kepri bisa segera berkomunikasi dan berkoodinasi dengan Pemprov Kepri,” kata Maifrizon.
”Tentunya untuk penyusunan anggaran yang dibutuhkan untuk mempersiapkan kontingen Kepri. Baik itu untuk latihan berjalan atau pemusatan latihan,” tambahnya.
Selain itu, Maifrizon juga meminta pada cabor yang atletnya lolos ke PON untuk segera menyusun program dan mempersiapkan atletnya. ”Semoga dalam penyelenggaraan PON, September mendatang, Kepri bisa meningkatkan raihan prestasinya,” kata Maifrizon.
Sebanyak 52 suara sah pada pemilihan di Musorprov Kepri 2020. Ke-52 suara sah itu terbagi menjadi 50 suara cabor dan anggota KONI Kepri, ditambah satu suara KONI Kepri dan satu suara KONI Pusat.
Dalam Musorprov Kepri 2020 ini, diwarnai aksi protes dari cabor dan salah satu bakal calon ketua Yakop Sutjipto. Pria yang menjabat sebagai Ketua Wushu Kepri ini menjadi salah satu bakal calon ketua umum yang mendaftar paling akhir.
Tetapi saat dilakukan verifikasi, dari tiga bakal calon ketua umum hanya Yakop yang gagal lolos. Usep dan Hotman berhasil lolos verifikasi dan ditetapkan sebagai kandidat ketua umum.
”Syarat utama pendaftaran mendapatkan surat dukungan sedikitnya 20 persen dari anggota KONI (cabor, KONI kabupaten/kota, dan badan fungsional). Saat itu Yakop mendapat surat dukungan 10 anggota KONI Kepri untuk mendaftar,” tutur Ketua tim Penjaringan dan penyaringan ketua umum, Buralimar.
Hanya saja, hasil verifikasi menyatakan bahwa dua surat dukungan yang didapatkan Yakop dianggap tidak sah. Alasannya, satu surat dukungan yang didapat dari cabor sambo sama dengan surat dukungan yang diserahkan bakal calon lain.
”Tentu panitia mengesahkan yang terlebih dahulu menyerahkan berkas pendaftaran. Sedang satu lagi surat dukungan yang dianggap tidak sah dari KONI Lingga, yang hingga saat ini masih belum melaksanakan muskablub,” tambahnya.
Dengan berkurangnya surat dukungan, maka syarat utama pendaftaran bakal calon ketua tidak terpenuhi, dan Yakop dinyatakan tak lolos verifikasi.
Tak terima dengan keputusan tim verifikasi, Yakop meradang. Ia menuding jika itu adalah alasan yang dibuat-buat dan bagian dari strategi salah satu calon yang takut kalah bersaing dengannya. Tetapi sidang menguatkan keputusan tim penjaringan, dan tidak meloloskan Yakop sebagai calon Ketua KONI Kepri.
Polemik lain yang muncul adalah dualisme Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kepri. Tetapi, karena tidak tercapai kesepakatan, sidang memutuskan untuk menghilangkan hak suara dua induk organisasi tenis meja itu. (yan)
