Kamis, 29 Januari 2026

Ini Tujuh Nama yang Disebut-sebut Bakal Calon Ketua DPD Golkar Kepri

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak tujuh nama mengemuka sebagai calon ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar sebelum pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Golkar Kepri di Natuna, awal Maret mendatang.

Nama-nama tersebut antara lain:

  1. Rizki Faisal.
  2. Ruslan M. Ali Wasyim.
  3. Ade Angga.
  4. Aunur Rafiq.
  5. Ngesti Yuni Suprapti.
  6. Taba Iskandar.
  7. Dalmasri Syam.

Sekretaris Kosgoro 1957 Kepri, Sudirman, mengatakan, Golkar memang tidak pernah kekurangan kader untuk melanjutkan kepemimpinan Ansar Ahmad.

”Bicara kandidat calon ketua, yang berhak menjadi calon adalah kader tulen yang teruji dan aktif minimal lima tahun dalam kepengurusan di semua tingkatan baik di provinsi maupun kabupaten kota,” ucapnya.

Kosgoro sendiri merupakan salah satu organisasi dari Tri Karya yang awalnya ikut membidani lahirnya Golkar.

Sebagai peserta Musda, tentu Kosgoro memiliki harapan besar bagi kemajuan dan kejayaan Golka­r di Kepri.

Bendara partai Golkar. Foto: Tri Haryono/batampos.co.id

”Dengan sistem multi partai serta dinamika yang berkembang, tantangan partai Golkar tidak mudah. Dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas serta solidaritas untuk mengatasi persoalan-persoalan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan lainnya,” tuturnya.

Sedangkan ketua Kosgoro, Taba Iskandar, mengatakan, Mus­da Golkar merupakan fo­rum tertinggi dalam meng­am­bil keputusan untuk nasib partai dalam lima tahun kede­pa­n.

”Di forum tersebut dibuat program kerja dan pemilihan ketua partai serta kepengu­ru­san DPD Golkar Kepri,” ucapnya­.

Menurut Taba, Ansar sudah bercokol selama tiga periode di kepemimpinan Golkar.

”Su­dah 15 tahun. Jadi wajar jika tidak mencalonkan diri lagi. Sehingga akan ada regenerasi dan kaderisasi pun berjalan. Dinamika partai juga akan berjalan kondusif,” ung­kapnya.

Taba menjelaskan, napas organisasi yang harus dijaga adalah kaderisasi.

”Kaderisa­si adalah kunci bagi menjaga eksistensi Partai Golkar. Musda yang akan digelar pada 2-4 Maret 2020 di Natuna nanti adalah momentum yang tepat untuk memberikan ruang Partai Golkar Kepri mencari kader yang layak memimpin Golkar Kepri ke depan,” ujar Taba Iskandar, Kamis (20/2/2020).

Pemerhati Politik Kepri, Zamzami A Karim, mengatakan, minimnya kaderisasi hampir semua partai tingkat Provinsi Kepri, termasuk partai-partai besar seperti PDI Perjuangan Kepri, Partai Golkar.

Sebagai contoh, PDI Perjuangan dalam Pilgub Kepri nanti, masih tetap mengandalkan atau mengusung Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri Soerya Respationo yang notabene merupakan tokoh senior.

Karena PDI Perjuangan Kepri belum ada keberanian untuk memunculkan kader lainnya. Padahal di Tanjungpinang ada Lis Darmansyah, di Batam ada Jumaga Nadeak dan adik kandung Soerya untuk bertarung pada Pilgub Kepri nantinya.

Begitu juga dengan Partai Golkar Kepri, dimana pada pilgub Kepri, masih menonjolkan dan berharap pada satu nama yakni Ansar Ahmad.

Padahal kader Golkar Kepri lainnya yang bisa ditonjolkan dan bisa diusulkan untuk maju pada pilkada Kepri ini.

Ada nama Taba Iskanda, Rizky Faisal, dan figur potensial lainnya yang ada di Golkar kabupaten/kota. ”Golkar untuk regenerasi juga mengalami stagnan. Belum bisa mengorbitkan kader yang potensial, yang bisa mensejajarkan diri dengan nama besar Ansar Ahmad,” jelasnya.

Partai besar lainnya seperti Demokrat dan Nasdem juga belum berani memunculkan kader-kadernya.

Demokrat, saat ini masih juga bertumpu pada sosok Apri Sujadi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bintan.

Pada pendapatnya, sosok Apri Sujadi juga belum mampu untuk berkibar di tingkat provinsi atau maju untuk diusung sebagai Cagub Kepri.

Sementara, Nasdem memiliki nama besar Rudi, namun sepertinya sosok itu masih lebih memilih di Pilkada Kota Batam untuk meneruskan ke periode berikutnya.

”Secara keseluruhan di Nasdem Kepri juga untuk kaderisasi masih sangat terbatas, hanya nama-nama lama saja yang muncul dan belum mampu untuk tampil di tingkat provinsi atau calon gubernur,” jelasnya lagi.

Sementara partai lainnya seperti PPP, PKB, Hanura, PKS dan lainnya masih jauh untuk regenerasi kader.

Bahkan menurut Zamzami kader di partai-partai lain tidak ada nama besar yang bisa diusung sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

”Seharusnya sudah sejak 5 atau 10 tahun lalu, kaderisasi di partai-partai sudah dilakukan dengan serius. Sehingga pada saat menjelang pilkada, pileg dan lainnya bisa muncul namanya ke publik dan bisa lebih dikenal masyarakat,” tutup Zamzami.(jpg)

Update