Senin, 6 April 2026

Di Tengah Ancaman Virus Korona WNI Kru Kapal Harap-Harap Cemas

Berita Terkait

batampos.co.id – WNI yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess harap-harap cemas. Berada di kapal yang sandar di Yokohama, Jepang, sejak 4 Februari lalu tanpa kepastian evakuasi membuat mereka waswas. Apalagi, di tengah ancaman terpapar virus korona (Covid-19).

”Kapal ini seolah kayak kontainer ditumpuk. Udara di sini kan jadi satu, jadi perkembangannya sangat cepat. Kita juga enggak bisa lihat apa yang kita lawan,” tutur Masfud, chef de partie kapal tersebut, seperti dilansir Jawa Pos, Selasa (25/2).

Dia bercerita, beberapa hari lalu seorang rekan kerjanya sesama juru masak positif terjangkit Covid-19. Padahal, dia tak menunjukkan gejala tertular.

Gejala seperti demam tinggi dan batuk justru dirasakan rekan sekamar temannya tersebut. ”Malah yang kelihatan sakit ternyata negatif, teman saya yang dari Filipina itu justru positif,” ungkapnya.

Masfud berharap evakuasi terhadap WNI di kapal tersebut bisa segera dilakukan. ”Dari pusat itu katanya masih dipertimbangkan lagi opsinya,” katanya.

Proses pemeriksaan dan karantina sebetulnya sudah berakhir pada 19 Februari. Sembilan WNI dinyatakan terjangkit virus korona dan telah dirawat secara khusus di Jepang. Namun, kata Masfud, pada 16 Februari lalu, ada pengumuman bahwa karantina harus ditambah selama 14 hari lagi.

Meski begitu, terdapat beberapa negara yang sudah mengevakuasi warganya. Di antaranya, AS, Kanada, Hongkong, dan Australia. ”Kami masih nunggu. Sama kayak Thailand dan India yang juga belum,” ujarnya.

Masfud mengatakan, kegiatan di atas kapal berjalan normal. Dia dan awak kapal lainnya selalu diwajibkan memakai masker dan sarung tangan. Aktivitas memasak mulai berkurang karena banyak penumpang yang sudah dipulangkan ke negaranya. ”Pas itu masih masak, terus diantar ke tiap kamar penumpang. Tapi, sekarang katering udah ada dari luar. Enggak ada kerjaan sebetulnya,” ungkapnya.

Masfud berharap pemerintah segera mengambil keputusan evakuasi dan melakukan tindakan yang tepat. ”Suasana di sini bikin orang-orang panik. Ditambah belum ada kepastian dari pemerintah,” pungkasnya.(jpg)

Update