batampos.co.id -Tahun ini, Pemkab Karimun mendapatakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 6 miliar untuk pembangunan infrastruktur pengerjaan hotmix jalan poros atau jalan Jenderal Sudirman sepanjang satu kilo meter.
Anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui APBN 2020 tersebut, saat ini dalam proses lelang yang pagunya berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karimun.
“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat lagi alokasi DAK untuk peningkatan jalan poros yang tersisa satu kilometer lagi. Sehingga, sisa jalan yang belum di hotmix akan diselesaikan tahun ini,” jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Karimun Cahyo Prayitno, Selasa (25/2/2020).
Jalan yang akan diaspal tersebut, tidak jauh dari kantor pemerintahan yang mengarah simpang empat tugu Pemuda.
Sedangkan, jalan dari simpang empat tugu Pemuda hingga simpang tiga stadion Badang Perkasa sudah selesai dikerjakan pada tahun 2018 silam melalui APBN 2018 atau Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 14 miliar.

“Untuk prosesnya sama dengan tahun 2018 lalu. Pengerjaan tersebut menggunakan sistem aspal hotmix,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, ada beberapa titik harus dibantu dengan beton rigid untuk pondasi di kawasan yang kurang tinggi.
“Sehingga proses pengerjaannya dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi jalan tersebut tidak sama rata,” terangnya.
Dengan demikian, peremajaan jalan poros yang sejak dibangun belasan tahun lalu. Baru dilakukan pengaspalan hotmix sejak tahun 2016 lalu, jalan yang sudah digarap sepanjang 4,5 kilometer menggunakan DAK sebesar Rp 38,9 miliar.
Kemudian, tahun 2017 dilanjutkan 1,2 kilometer dengan pagu anggaran Rp 9,8 miliar. Pemanfaatan jalan poros tersebut sudah bisa dimaksimalkan oleh masyarakat, tidak lagi bergelombang maupun berlobang.
“Paling penting, ketika jalan poros sudah selesai di hotmix semua, bagi para pengguna jalan raya agar tetap berhati-hati mengendarai kendaraan,” pesan Cahyo.
Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Karimun, Sri Rezeki, mendukung peningkatan jalan raya di Poros pada tahun ini.
Politisi PAN itu berharap pengaspalan jalan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memotong akses jalan menuju kota Tanjungbalai Karimun dari berbagai sudut daerah.
“Jalan poros sudah banyak dimanfaatkan warga sekarang ini. Apalagi, tahun ini tenaga kerja yang dibutuhkan di kawasan FTZ cukup banyak,” terangnya.
Artinya, lanjut Sri lagi pengerjaan aspal dengan hotmix yang tersisa tersebut bisa segera dikerjakan oleh Dinas PUPR Karimun.
“Agar bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan nantinya.” Kalau dilihat tinggal penerangan sama rambu-rambu lalulinta yang perlu ditambah,” ungkapnya.(tri)
