Kamis, 29 Januari 2026

Isdianto Siap Menjadi Rival Soerya Respationo

Berita Terkait

batampos.co.id – Keretakan hubungan Soerya Respationo-Isdianto yang sebelumnya berkomitmen akan berpasangan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pemilihan gubernur (Pilgub) 23 September 2020 mendatang, benar-benar jadi kenyataan.

Isdianto yang saat ini menjabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri siap menantang Soerya. Bahkan, tim suksesnya sudah menjajaki koalisi empat partai yang bakal menjadi kendaraan politiknya.

Pecah kongsinya Soerya-Isdianto awalnya diungkap Bendahara DPD PDIP Kepri, Jumaga Nadeak. Jumaga mengaku menelepon Isdianto dua hari lalu untuk memastikan apakah dia masih komit berpasangan dengan Soerya menuju pilkada.

“Saya tanyakan bagaimana ke depan soal pasangan (Soerya-Isdianto). ‘Saya cari yang lain ajalah Oppung,’ kata Pak Isdianto,” tutur Jumaga.

Ketua Tim Sukses (Timses) Isdianto, Ahars Sulaiman, mengungkapkan keretakan hubungan Isdianto-Soerya berujung pada tidak diusulkannya nama Isdianto oleh DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kepri sebagai kandidat Gubernur ataupun Wakil Gubernur ke DPP PDIP.

“Iya, nama Pak Isdianto tidak diusulkan oleh DPD ke DPP PDIP. Tentu itu sebagai sinyal bahwa Pak Isdianto tidak akan berpasangan dengan Pak Soerya. Ini menjadi alasan bagi Pak Isdianto untuk menentukan sikap politiknya,” tegas Ahars, Kamis (27/2).

Mantan ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepri tersebut juga menegaskan, meski batal diusung oleh PDIP, Partai NasDem telah menyatakan bersedia mengusung adik kandung almarhum HM Sani itu sebagai bakal calon gubernur Kepri berpasangan dengan Marlin Agustina, istri Ketua DPD Nasdem Provinsi Kepri, Muhammad Rudi, yang juga Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam.

Bahkan, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dalam kunjungannya ke Batam beberapa hari lalu, juga menyampaikan untuk mempertimbangkan menduetkan Isdianto-Marlin pada Pilgub 2020.

Disebutkan Ahars, beberapa waktu lalu, Isdianto juga sudah melakukan komunikasi politik dengan DPP Partai Hanura. Bahkan Hanura di tingkat DPD Provinsi Kepri sudah memberikan respon yang sangat menggembirakan.

“Selain NasDem dan Partai Hanura, Pak Isdianto juga membangun komunikasi politik dengan PPP yang juga sudah menyatakan siap (berkoalisi). Sekarang kita sedang berkomunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS),” ujarnya.

Ditanya apakah Isdianto sudah menyerahkan surat pengunduran diri ke DPD PDIP Provinsi Kepri karena selama ini dia kader dan duduk sebagai dewan pembina? Mengenai hal itu, mantan legislator DPRD Kepri tersebut menegaskan, Isdianto sampai saat ini masih sebagai kader PDIP. Dicopot atau tidaknya Isdianto dari parpol besutan Megawati Soekarnoputri tersebut, tergantung kebijakan internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

“Artinya, jika PDIP Provinsi Kepri memutuskan mencabut status kader Pak Isdianto, tentu Pak Isdianto akan menyerahkan kartu anggotanya,” tegas Ahars.

Isdianto-Soerya Respationo

Menurutnya, politik itu di­namis. Setiap orang bisa me­nentukan sikap politiknya. Apalagi ketika merasa sudah tidak nyaman dengan satu parpol. “Seseorang bisa me­mutuskan pindah ke parpol lain tentunya,” kata Ahars lagi.

Ketua Badan Pemenangan Pilkada Hanura Kepri, Uba Ingan Sigalingging, mengatakan ada beberapa nama yang mendaftar ke Partai Hanura. Mereka adalah Ismeth Abdullah, Soerya Respationo, Irwan Nasir, dan Isdianto. Legislator DPRD Kepri tersebut menjelaskan, sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan, kandidat yang di-assesment adalah mereka yang sudah menetapkan calon gubernur dan calon wakil gubernur.

“Sejauh ini, baru pasangan Ismeth Abdullah dan Irwan Nasir yang sudah dibawa ke DPP Hanura untuk di-assesment. Sementara Soerya dan Isdianto belum dilakukan, karena saat mendaftar belum menyatakan sebagai pasangan calon,” ujar pria yang akrab disapa Uba tersebut.

Mantan Aktivis Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Kota Batam tersebut juga menegaskan, Hanura Provinsi Kepri sudah merampungkan proses pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur Kepri, beberapa waktu lalu.

Ditanya mengenai adanya informasi koalisi antara Hanura dengan Partai NasDem? Uba mengatakan, sampai ditutupnya pendaftaran NasDem tidak ada mendaftarkan calonnya.

“Karena sudah jelas, kandidat yang di-assesment adalah mereka yang sudah lengkap saat mendaftar, kemarin. Sementara Nasdem tidak ada mendaftar, tentu tidak masuk kriteria ikut assesment untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP,” jelas Uba.

Disinggung mengenai adanya lobi-lobi yang dilakukan Isdianto kepada Ketua DPP Hanura, beberapa waktu lalu, mantan anggota DPRD Batam tersebut mengatakan, bukan ranahnya untuk menjelaskan. Meskipun nanti, ada diskresi dari DPP Partai Hanura. Persoalan tersebut di luar dari kewenangan yang sudah diberikan ke Hanura Provinsi.

“Kami hanya menjalankan proses di daerah sesuai dengan mekanisme partai yang sudah ditentukan, jika ada kebijakan lain dari DPP, itu di luar kewenangan kami di daerah,” tutup Uba.

Sekretaris PDIP Provinsi Kepri, Lis Darmansyah, mengatakan DPD PDIP Kepri hingga kini masih menjaga komitmen pengusulan figur kepada DPP yang bakal diusung pada Pilgub Kepri 2020 mendatang. Dia adalah Soerya Respationo sebagai calon gubernur dan Isdianto sebagai calon wakil gubernur.

Lis membantah keterangan Ahars bahwa nama Isdianto tak ikut diajukan ke DPP PDIP sebagai calon wakil gubernur. “Saya membantah pernyata­an Ahars Sulaiman. Kalau mau maju sendiri, ya bilang saja mau maju, jangan dibilang kita tidak mengusulkan,” katanya.

“Saya punya kelengkapan administrasi berkas yang kita bawa ke DPP dan tanda terimanya,” ungkapnya.

Namun, karena ada informasi bahwa Isdianto akan maju sendiri, maka DPP PDIP memutuskan menunda sementara rekomendasi untuk calon gubernur dan wakil gubernur PDIP di Pilgub Kepri 2020.

Ia menegaskan, jika Isdianto memilih akan maju dalam kontestasi Pilgub 2020 tidak dengan PDI-Perjuangan, maka ia meminta Isdianto menyampaikan secara terbuka.

“Yang pasti kami di PDI Perjuangan masih memegang komitmen tersebut. Tapi, jika seiring berjalannya waktu ada perubahan, maka pastinya ada alternatif-alternatif lain yang sudah dipersiapkan,” ujarnya.

Menurut anggota Komisi III DPRD Kepri tersebut, jika memang Isdianto sudah menentukan sikap politiknya, sebaiknya segera dipertegas. Sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya dan tidak menimbulkan beragam persepsi di tengah publik.

“Kalau memang iya, saran kami sampaikan secara terbuka. Jadi, setidaknya publik bisa menilai,” tegas mantan Wali Kota Tanjungpinang tersebut.

Isdianto belum bisa dihubungi terkait informasi ini. Hanya saja, saat menghadiri rapat kerja daerah DPD PDIP Kepri, Sabtu (21/2) lalu, ia mengatakan masih tetap tegak lurus dan loyal sebagai anggota PDIP.

“Jangan ragukan kesetiaan saya kepada PDIP. Saya masih kader PDIP, saya masih memegang KTA dan akan tetap menjadi bagian dari PDIP. Soal spanduk yang
banyak beredar di Batam terpasang di mana-mana dengan kandidat lain dari parpol lain, biarkan saja orang mau berbuat apa ke saya,” ujar Isdianto. (jpg)

Update